Seribu Cerita di Kampung Inggris (bagian pertama)

Seribu Cerita di Kampung Inggris (bagian pertama)

Kali ini saya akan menceritakan awal mula saya bisa datang ke kampung inggris dan memutuskan untuk belajar bahasa inggris disana. Tahun 2018 dimana menjadi tahun pertama saya mengikuti banyaknya tes masuk perguruan tinggi di Jogja tetapi tidak ada satu pun yang keterima. kasihan banget ya nasib saya.

Akhirnya saya memutuskan untuk memilih gapyear dulu satu tahun dan berencana tinggal bersama kakak saya di Jogja sambil mencari kesibukan disana. 3 bulan lamanya saya tinggal di Kota Jogja tanpa memiliki kesibukan itu sangatlah bosan akhirnya saya bilang ke kakak saya kalo saya mau cari tempat bimbel atau tempat kursus saja di Jogja itung-itung untuk mencari kesibukan saya selama di sini. keesokan harinya kakak saya langsung merekomendasikan ke saya untuk mencoba ambil kursus bahasa inggris di suatu daerah yang bernama Kampung Inggris Pare.

Apa si Kampung Inggris itu?

photoby VisionMind

Kampung inggris, mungkin ketika mendengar kata “Kampung Inggris” dibenak kalian akan berfikir Apa si Kampung Inggris itu? dan diantara kalian juga pasti ada yang beranggapan kalau kampung inggris ini sebuah kampung dimana kesaharian penduduknya menggunakan bahasa inggris yang mulai dari anak kecil sampai orang tua, dari tukang bakso sampai penjual pecel ngomong bahasa Inggris semua. Atau mungkin kamu juga terbayang kalau kampung inggris ini tempat tinggal orang-orang bule, kemana-mana bakalan ketemu bule, iyakan?

Okey sekarang aku saranin buat kamu yang mengira seperti itu untuk segera membenahi informasi tentang kampung bahasa inggris ini biar gak kecewa nantinya kalau kamu datang ke Kampung Inggris ini. Ya, karena faktanya di Kampung Inggris ini gak akan menemukan bule dengan mudah, mungkin hanya beberapa yang sekedar singgah untuk belajar bahasa inggris juga atau merupakan tenaga ajar bantu yang ada di sini.

Kenapa Disebut “Kampung Inggris Pare” ?

Kampung Bahasa Inggris, Nama ini sebenarnya bukan nama formal dari sebuah desa. Ini hanyalah sebutan atau julukan bagi suatu perkampungan yang terletak di sepanjang Jalan Anyelir, Jalan Brawijaya, Jalan Kemuning di Desa Tulungrejo dan Desa SInggahan , Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Perkampungan kecil yang damai, sejuk, nan jauh dari keramaian kota. Dan yang perlu ditegaskan, orang-orang yang tinggal disini adalah murni orang Indonesia tulen.

Bahasa yang digunakan di Kampung Inggris

photoby The Cooper International Learning Center

Mengenai semua orang yang ada di Kampung Inggris ini menggunakan bahasa inggris dalam keseharian nya pun tidak 100% benar. Jadi jangan membayangkan terlalu jauh bagaimana caranya kamu yang belum fasih berbahasa inggris ketika akan berkunjung ke kampung ini dan nanti bertemu dengan salah satu warga dan diajak berbicara menggunakan bahasa inggris yang tepat, yang ada kamu malah gak akan pernah datang ke Kampung Inggris karena sudah beranggapan terlebih dulu bakalan tidak bisa berbahasa inggris, hehe.

Perlu kalian tahu karena bahasa inggris disini bukan bahasa asli kampung ini juga jadi belum keseluruhan penduduk lokal di sekitar kampung ini menggunakan bahasa inggris dalam keseharian nya ya mereka lebih dominan menggunakan bahasa Indonesia atau bahkan Jawa sebagai bahasa komunikasi sehari-harinya.

Tetapi yang setiap harinya bakalan kita temuin orang-orang yang bicara menggunakan bahasa Inggris itu, yang tak lain dan tak bukan adalah orang-orang yang sedang kursus di lembaga di sana seperti saya contohnya (hehe). Disini kami para peserta kursus dituntut untuk selalu berbahasa inggris saat di camp, kost atau asrama . Dan tak jarang sampai di warung dan di luar asrama pun kami masih berkomunikasi pakai bahasa inggris.

Lembaga Kursus di Kampung Inggris


Seiring berjalannya waktu, Kampung Inggris udah makin terkenal aja di kalangan khalayak ramai. karena di Kampung ini terdapat banyak sekali lembaga kursusan bahasa Inggris.

Sampai saat ini tercatat terdapat sekitar 200 lebih Lembaga Kursus yang didirikan di Kampung Inggris ini Bahkan kampung ini seperti sudah menjadi pusat pembelajaran bahasa Inggris terbesar di Indonesia. Bisa dilihat makin ramainya kampung ini dikunjungi dari macam-macam kalangan seperti mahasiswa, pelajar ataupun karyawan di setiap harinya bisa terhitung kurang lebih ada 5000 pelajar dari berbagai kota bahkan dari luar negeri pun ada yang belajar bahasa inggris disana.

Lembaga tempat kursus di kampung inggris untuk tempat les lesan yang paling favorit dan yang paling terkenal itu BEC (basic english course) itu adalah les-lesan paling diminati di Pare karena itu adalah lembaga les bahasa inggris pertama di Pare yang membuat Pare jadi terkenal se-Indonesia ya bisa di bilang pionirnya lah.

Tapi waktu itu saya tidak memilih lembaga BEC sebagai tempat kursus saya karena saya sudah menemukan lembaga yang lebih aku favoritkan dan tak kalah terkenal juga dengan BEC yaitu “AQS” (Al fitrah Quran School).

Al fitrah Quran School yaitu lembaga kursus yang beralamat di Jl. Pancawarna, Kampung Inggris Pare Kediri – Jawa Timur. lembaga ini termasuk juga lembaga pertama di Pare yang paling diminati semua orang karena cuma di Al Fitrah Quran School ini yang menyediakan tempat kursus 2 bahasa asing yaitu Bahasa Inggris & Bahasa Arab+juga Hafal Qur’an 30 Juz. yang inshaalah di AQS ini sudah memiliki ribuan alumni suskses. Sebab AQS lebih TERJAMIN, TERPERCAYA & TERMURAH! itung-itung sekalian promoin juga gapapa lah ya (hehe).

Tempat Penginapan

Photo by Bailey Scully on Unsplash

Secara umum, di Kampung Inggris terdapat 2 tipe hunian atau tempat tinggal sementara untuk setiap pelajar yang akan mengambil kursus di sana, yaitu kost & camp. Nah lainnya di tempat lembaga kursusan yang saya ambil yaitu asrama. disini asrama yang akan menjadi tempat tinggal saya selama 4 bulan di kampung inggris Pare.

Asrama merupakan istilah tempat tinggal bagi sekelompok orang yang terdiri atas sejumlah kamar, dan diasrama saya juga memiliki aturan bahwa setiap penghuni asrama diwajibkan memakai bahasa Inggris atau Bahasa arab selama 24 jam setiap harinya dan akan di kenakan sanksi jika tidak menggunakan bahasa Inggris atau bahasa arab saat berada di area asrama.

Sangsi tersebut bisa bermacam-macam sesuai kebijakan setiap tutor. kalau pengalaman saya waktu di AQS sangsi bagi pelajar yang tidak menggunakan bahasa inggris atau bahasa arab di area asrama yaitu mereka diharuskan memakai papan nama yang di kalungkan di leher mereka, dan kalung nama itu terdapat tulisan juga contohnya ” I didn’ speak english or arabic” seperti itu.

Biasanya sangsi itu di peruntutkan bagi pelajar yang sudah terhitung banyak sekali bericara tidak menggunakan bahasa selain bahasa inggris dan bahasa arab karena ditempatku sangsinya dihitung dari perkata bisa dibayangin kan kalo mereka keceplosannya udah lebih berapa kata.

Perlu diketahui juga bahwa asrama ditempat saya tidak menyediakan satu kamar untuk satu orang. Melainkan setiap kamar akan di tempati 3 hingga 4 orang pelajar sesuai dengan ukuran kamar hal ini dilakukan agar setiap pelajar semakin aktif dalam berbicara bahasa Inggrisnya.

Bersambung ke Seribu Cerita di Kampung Inggris (bagian kedua)

Leave a Comment