Menikmati Malam di Waduk Sermo

Menikmati Malam di Waduk Sermo

Weekeand telah tiba.. yeayyy!!! yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga, baiklah sesuai dengan judul artikel kali ini saya akan menjelajahi suatu daerah yang berada di Yogya.

Bulan Juni 2018 bertepatan masih suasana bulan puasa. Kemarin saya berkunjung ke Waduk Sermo tepatnya sih di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ceritanya tujuan saya sebenarnya yaitu saya ingin muncak ke gunung andong dan bermalam di puncak sana. Tapi sayang karena keadaan tidak mendukung kami untuk pergi kesana, jadi rencananya gagal.

Rencana Dadakan

Photo by rawpixel.com from Pexels

Keesokan harinya sekitar jam 3 sore tepat sehabis sholat ashar saya yang sedang berada di kostan sendirian tiba-tiba mendapat telpon dari kakak saya waktu itu kakak saya sedang berada di kostan temannya. Di dalam pemicaran telpon kami, kakak saya langsung menyuruh saya untuk segera bersiap-siap  karena dia mau mengajak saya untuk  pergi ke suatu daerah yang bernama Kulonprogo. Kakak saya bilang katanya disana terdapat sebuah waduk yang cocok buat kami camping dan bermalam disana. Ya bisa dibilang itung-itung itu sebagai penganti rencana saya muncak ke Gunung Andong yang sempat gagal kemarin.

Tak lama kemudian kakak saya dan kedua temannya datang ke kostan untuk menjemput saya. Kami pergi tanpa perencanaan yang begitu detail bisa dibilang dadakan hanya membawa satu tenda, satu sleping bag, dan beberapa nesting bahkan persiapan makanan yang kami bawa untuk periapan kami sahur disana nanti terkesan ala kadarnya.

Perjalanan Menuju Waduk Sermo

photo by unsplash.com

Perjalanan dari kota Jogja menuju Waduk Sermo di daerah Kulon Progo pun langsung kami tempuh. Nekat, mungkin itu kata yang pas, soalnya kakak saya dan teman-temannya sendiri belum pernah kesana sebelumnya, di perjalanan pun kami hanya bermodal GPS dan panduan dari google.

Setelah melewati perjalanan 1,5 jam menuju Kulon Progo berbagai suasana telah kami lalui, mulai  dari ramainya kota, aspal mulus yang naik turun, hingga sepi jalanan berbatu dengan rindang pohon di kiri kanan jalan, ladang, tanah persawahan, rumah-rumah desa, dan tebing berbatu menjadi pemandangan di sepanjang perjalanan kami.

Sampailah kami pada sebuah telaga buatan, dialah Waduk Sermo. Dulunya lahan dengan seluas 157 hektar ini merupakan sebuah perkampungan kini telah disulap menjadi telaga yang tenang dan menentramkan. Meski kemarau panjang namun ada satu yang menarik dari Waduk Sermo, yaitu munculnya pulau – pulau kecil di tengah waduk. Jika saat musim penghujan, daerah tersebut akan tenggelam oleh air.

Cara paling menyenangkan untuk menikmati Waduk Sermo yaitu dengan menyewa perahu boat untuk menyusuri setiap lekukannya. Sementara yang kedua adalah dengan duduk bersantai atau bercamp di pinggir telaga sambil menanti senja. Tapi lain dengan kami, kami memilih untuk bermalam dan mendirikan tenda di Waduk Sermo sambil menikmati indahnya malam bulan purnama di malam itu.

Kami pun telah memasuki kawasan Waduk Sermo saat itu hari sudah gelap waktu dan sudah menunjukan pukul 7.00. kami segera mencari mushola terdekat untuk melakukan sholat magrib. kemudian setelah semuanya selesai kami langsung melanjutkan perjalanan.

Ditengah perjalanan kami menemukan sebuah warung makan kecil, kami pun langsung mampir untuk memilih buka puasa disana. Masih ingat waktu itu kami pesan mi ayam dan minuman es teh manis sebagai pelengkap harganya pun sangat murah kalau gak salah sekitar Rp 8000-an hehehe.

Tak lupa disana kami bertanya kepada ibu-ibu penjual mi ayam dimana tempat yang cocok untuk ngecamp di sekitaran waduk sermo. tetapi yang kami tanyakan itu ternyata ibunya tidak begitu mengerti dimana tempat yang cocok buat kami bermalam dia hanya menyarankan kami untuk bertanya kepada petugas PDAM kabupaten kulonprogo yang masih bertugas malam di sekitaran waduk sermo.

Akhirnya kami segera bergegas pergi untuk terus mencari lokasi karena takutnya hari akan semakin lama semakin gelap kami belum mendapatkan lokasi. tiba-tiba diperjalanan kami menemukan seorang bapak-bapak yang sedang bertugas jaga malam di sana kami pun langsung bertanya kepada beliau. dia pun langsung memberikan informasi kepada kami.

Mendirikan Tenda di Pinggir Telaga

Photo by Şahin Yeşilyaprak on Unsplash

Lamanya perjalanan akhirnya kami sampai juga di lokasi camp yang kami tuju. kami pun langsung segera masuk menuju gerbang ternyata gerbangnya masih terkunci. akhirnya kami datang ke salah satu rumah warga yang terdekat yang merupakan petugas yang  untuk menanyakan informasi gimana cara masuk kesana.

Setelah kami diperbolehkan masuk kedalam, tak banyak lagi menunggu kami pun langsung mendirikan tenda disnana. Tidak lama dari kami mendirikan tenda kemudian tiba-tiba datanglah 4 pemuda  yang ikut mendirikan tenda pula disana ternyata mereka adalah mahasiswa UGM jurusan Pariwisata.

Mereka pun mempunyai tujuan yang sama seperti kami ingin merasakan berkamping dan menikmati malam di waduk sermo. Tetapi tujuan mereka tak hanya untuk sekedar bercamping saja, tapi mereka juga sedang ada project yaitu mendokumentasikan salah satu keindahan sebuah waduk dengan viewnya yang layak seperti Ranu Kumbolonya Gunung Semeru.

photo by Photo by chuttersnap on Unsplash

Hari semakin malam dan dinginnya udara malam sampai terasa menusuk kedalam tulang membuat kami ingin cepat-cepat menyalakan api unggun untuk segera menghangatkan badan. Disana kami tidak lupa memasak untuk persiapan makan malam dan sahur besok pagi. Pada malam itu juga merupakan waktu yang sangat pas untuk kami bermalam di sana karena pada malam itu merupakan malam bulan purnama, diamana malam iyu sangat cocok untuk menemani kami saat beraktifitas di luar tenda.

Menu Makanan yang Saat Nge-Camp

photo by Picgra
Menu masak-masak nge-camp saat itu bisa dibilang “semi-glamping” yang murah meriah. Menunya antara lain:

1. Nasi Putih

4 sehat 5 sempurna kayaknya dimulai dari karbohidrat. Karbohidratnya orang Indonesia biasanya nasi. Nasi dimulai dari beras. Nah, biasakan membawa beras saat kamu ngecamp buat karbohidrat yang dibutuhkan tubuh.

2. Sayur Sop

Salah satu makanan kesukaan yang akhir-akhir ini gak pernah lupa  yaitu sayur sop. Yes, sayur sop. Menurut saya, lauk yang satu ini lauk paling simpel yang pernah ada di muka bumi ini dan wajib banget dibawa. Cukup bawa sayur-mayur sesukanya, potong-potong gak jelas, rebus, kasih bumbu masak, banyakin merica, ceplokin telor juga mantep, dalam sekejap langsung mateng.

3. Mie  Indomie

Mi instan sampai saat ini merupakan salah satu makanan favorit yang sering dibawa saat ngecamp. Alasannya adalah mi instan dapat di-packing dengan praktis dan mudah diolah.

Menikmati Sunrise Waduk Sermo

photo by pexels.com
Waktu telah menunjukan pukul 4 kami pun langsung keluar tenda untuk segera mempersiapakan makan untuk sahur bersama. Setelah itu kami langsung kembali tidur ke dalam tenda dan kemudian terbangun lagi saat masuk waktu subuh. tak lama dari itu kami langsung keluar tenda menikmati sunrise di sana.
Ohiya salah satu keuntungan nge-camp di pinggir Waduk Sermo adalah jadi kita bisa lihat langsung terbitnya matahari yang katanya merupakan salah satu spot sunrise terbaiknya Jogja. Pagi hari sekitar jam 6 sampai 7 merupakan golden hour yang cocok untuk menikmati panorama ataupun ambil foto. Biasanya ada nelayan juga yang memancing sekitar waduk.

Manfaat waduk sermo tentu saja tidak hanya dinikmati oleh petani pengguna air irigasi dan penggunaan waduk sebagai tempat memelihara ikan saja. Dalam suatu objek wisata, sudah barang tentu banyaknya wisatawan yang berkunjung adalah sebuah peluang tersendiri untuk warga sekitar membuka warung makan, berjualan souvenir, dan jasa lainnya seperti penginapan dan warung kelontong.

Di kawasan wisata Waduk Sermo sudah tersedia berbagai fasilitas yang memadai dan aman, seperti toilet, area parkir, tempat untuk menginap, perahu wisata, gazebo, warung yang menyediakan perlengkapan memancing, hingga bengkel.

Jadi, tunggu apalagi? Segera agendakan berkunjung ke Waduk Sermo dan nikmati suasananya yang sejuk, segar dan asri.

Leave a Comment