Perjalanan Menuju Puncak Merbabu Via Selo

Perjalanan Menuju Puncak Merbabu Via Selo

Beberapa hal di dunia ini berhak mendapatkan kesempatan kedua termasuk pendakian gunung. Keinginan mendaki sebuah gunung sudah menjadi impian saya sejak lama. Kala itu saya sangat terinspirasi dari kedua sosok kakak kandung saya yang mempunyai hobi mendaki gunung.

Bulan September tahun 2018 menjadi kali pertama saya mendaki gunung merbabu bersama kakak saya dan teman-temannya. Pendakian kali ini kami  beranggotakan 9 personel, 3 orang sudah pernah mendaki gunung bisa dibilang mereka masternya karena dari berberapa gunung di Pulau Jawa hampir sudah mereka jelajahi.

Salah satu 3 orang itu yaitu kakak kandung saya sendiri, serta 6 orang lainnya adalah rekan yang belum pernah melakukan pendakian gunung sama sekali termasuk saya sendiri. Kami ber 9 menjadikan Gunung Merbabu sebagai puncak tujuan kami. Kami berangkat dari kota Jogja, kota tempat dimana kami tinggal sebagai anak perantauan.

Rute Jalur Pendakian

photo by Kemana Hore

Gunung Merbabu yang merupakan  gunung yang berketinggian 3142mdpl  dan memiliki 3 puncak, yakni puncak syarif 3.119 mdpl, puncak kenteng songo dan puncak triangulasi 3.142 mdpl.

Terdapat beberapa rute jalur pendakian untuk mencapai puncak Gunung Merbabu ini salah satunya memiliki jalur pendakian yang aman, medannya tidak terlalu berat namun potensi bahaya dan pastinya memiliki pemandangan yang indah pada masing- masing jalur pendakiannya.

Untuk menuju puncak Merbabu sendiri setidaknya memiliki 5 jalur pendakian yang tersebar ke beberapa daerah disekitar lerengnya diantaranya melalui jalur Chuntel di Magelang, Thekelan di Kopeng Salatiga, Selo di Boyolali, Wekas di Magelang dan yang terbaru via Suwanting yang terletak di Magelang.

Jalur pendakian merbabu Via Selo, saat ini menjadi jalur yang relatif lebih ramai dari jalur yang lainnya pada biasanya kebanyakan pendaki termasuk saya juga kali ini  memilih melalui jalur selo karena jalur ini memiliki tingkat kesulitan yang medium dan juga  memiliki pemandangan yang indah dengan sabana yang menghampar membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan.

Ditambah lagi dari jalur ini tetangga dekat gunung merbabu yaitu Merapi bisa terlihat dengan jelas dan sangat di rekomendasikan untuk pemula seperti saya, sampai-sampai saya memilih jalur selo lagi untuk  turun kembali dari puncak.

Selo adalah nama sebuah desa di kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Desa ini menjadi titik awal pendakian saya. Perjalanan saya kali ini bisa dibilang tanpa perencanaan yang begitu detail mulai dari urusan perlengkapan sampai fisik yang belum benar-benar saya persiapkan dari awal. Bahkan terkesan ala kadarnya dan dadakan karena kakak saya mengasih kabar untuk mengajak ke saya pergi muncak yaitu malam sebelum hari h keberangkatan menuju puncak gunung merbabu.

Persiapan Mendaki

photo by Maioloo.com

Sebelum memulai keberangkatan ke boyolali kami sepakat untuk berkumpul di salah satu rumah teman kakak saya di daerah Umbulharjo. Tidak lupa disana kami briefing mengenai perlengkapan barang apa saja yang wajib kami bawa saat pendakian nanti.

Lalu kami bersembilan doa bersama dan langsung berangkat dari Jogja pukul 08.00 pagi menuju Boyolali menggunakan kendaraan sepeda motor.

Sampai di Bascamp

photo by jelajah nusantara

Sampai di Selo sekitar pukul 12.00 siang kami segera mencari tempat penitipan kendaraan atau bisa disebut juga dengan bascamp. Tujuan awal kami mencari bascamp yang letaknya dekat dengan gerbang pendakian yaitu agar tidak membutuhkan waktu yang lama dalam menuju gerbang pendakian.

Ternyata setelah sesampainya disana kondisi bascamp sudah penuh semua sama pendaki yang lain sehingga kami tidak memperoleh tempat untuk parkir. Kemudian kami menunda keberangkatan hingga sampai jam13.00 siang untuk mencari bascamp yang kosong. Akhirnya kami menemukan sebuah rumah warga yang bisa kami jadikan bascamp walaupun bisa di katakan letaknya lumayan jauh dari gerbang pendakian.

Disana kami dipersilahkan untuk beristirahat dan melaksanakan sholat dzuhur dulu, tidak lupa juga kami mengisi energi dengan makan siang di bascamp tempat kami tumpangi. Kami disana pesan nasi telur dengan pelengkap minuman teh hangat. Masih ingat waktu itu kami makan nasi telur, harganya sekitar Rp 5000-an hehehe. Waktu makan pun sudah kami lewati, energi juga sudah terisi. Tidak lupa kami memeriksa perlengkapan pendakian kami kembali takutnya masih ada barang yang tertinggal.

Perjalanan Menuju Pos Pendakian

photo by bocahkebon.wordpress.com

Tepat pukul 01.00 siang setelah semuanya selesai kami melanjutkan perjalanan kami menuju gerbang pendakian, perjalanan menuju gerbang pendakian inilah pendakian kami dimulai. Sesampai digerbang pendakian kami melakukan registrasi dengan mengisi data-data diri serta membayar biaya retribusi pendakian dan dikenakan biaya retribusi sebesar 5000 rupiah.

Kami berkumpul di depan gerbang masuk pendakian. Kami semua berdoa bersama dan mengatur formasi perjalanan kami sebelum melakukan pendakian dan kami pun melanjutkan perjalanan.

Pos 1 (Dok Malang) – Pos 2 (Pandean)

Perjalanan kami dari gerbang  pendakian menuju pos 1 langsung di sambut dengan jalur yang sudah mulai menanjak dan landai. jalur permulaan inilah yang paling menyita tenaga saya, ditambah badan ini belum mulai bisa beradaptasi.

photo by luthfinotes.wordpress.com

Di perjalanan terakhir sebelum pos ke 2 merupakan tanjakan dengan medan yang cukup curam. Tanjakan itu adalah tanjakan yang paling berat yang saya rasakan selama di pos 2 ini.

Dalam perjalanan menuju ke pos 2 kami melalui beberapa pos bayangan, disana terdapat sebuah gubuk kecil yang cocok untuk kami tumpangi untuk istirahat sejenak, ternyata banyak juga pendaki yang sedang beristirahat disana.

Pos 3 (Watu Tulis)

photo by baroezy journey

Perjalanan menuju pos 3 (Watu Tulis) yaitu trek pendakian yang terus menanjak tanpa di temukan adanya jalur landai.Jalur ini juga dimulai dengan  jalan yang menanjak dan semakin menanjak. tenaga kami cukup terkuras di pos ini masing masing dari kami berusaha mengatur langkah kaki dengan pola nafas.

Di pos 3 ini bisa juga dijadikan area atau tempat yang ideal untuk mendirikan tenda selain di sabana 1 dan sabana 2, tempat ini cukup datar serta jauh dari perpohonan yang tinggi, namun dari awal rencana kami sepakat untuk ngecamp di sabana 1.

Sabana 1

photo by baroezy journey

Di perjalaan menuju ke Sabana 1 merupakan trek terberat yang kami lalui selama pendakian Gunung Merbabu Via Selo karena track menuju Sabana 1 berupa tanjakan dengan batu-batu terjal dan licin walaupun di trek ini menyediakan tali untuk berpegangan. Namun tidak semuanya jadi perlu berhati-hati dalam memilih pegangan dan tidak hanya kaki yang melangkah, beberapa kali saya harus merangkak untuk menaiki tanjakan yang semakin cukup terjal ini.

Jarak antar rekan saya pun mulai merenggang jauh, masing masing berusaha mengatur langkah kaki dengan pola nafas, dikarenakan juga hari sudah semakin gelap. Kesalahan kami pada waktu itu adalah kami lupa membawa lampu senter alhasil selama di perjalanan kami mengalami kesulitan dalam penglihatan. Untungnya waktu itu masih banyak pendaki yang lain berlalu lalang untuk menuju ke sabana 1 jadi kami masih bisa memanfaatkan penerangan mereka.

Sabana 1-Sabana 2 (Mendirikan Tenda)

photo by bluetripper.com

Memerlukan waktu kurang lebih 40 menit akhirnya kami sampai juga di sabana 1. Sesampainya disana kami langsung mendirikan tenda dan ditemani udara yang sangat dingin. Tiga tenda yang kami bawa telah terpasang kami pun segera masuk kedalam tenda. Rasa lelah dan mengantuk membuat kami menjadi malas untuk melakukan kegiatan lagi, dan memilih segera beristirahat di dalam tenda.

Waktu itu sampai kami melupakan makan malam walaupun sebenernya perut kami sangat kelaparan. Itu semua menjadi alasan kami untuk segera tidur, alhasil view di sabana 1 yang indah dimalam itu tidak kami dapatkan. Tidak memerlukan waktu lama kami semua pun istirahat tidur agar besok bisa mempersiapkan diri untuk melakukan summit attack.

photo by Ahmad Pajali Binzah

Malam berlalu dengan sangat cepat atau mungkin tidur kami yang terlalu pulas, sampai waktu sholat subuh hampir kesiangan. Setelah sholat selesai kami segera pergi keluar tenda untuk menikmati pemandangan matahari terbit yang sangat cantik dari arah Gunung Merapi yang terlihat begitu sangat gagah dan kokohnya.

photo by nadiazhr

Pukul 06.00 kami mulai Perjalanan menuju sabana 2 kali ini tak terasa, trek sudah mulai landai dengan pemandangan kiri kanan terbuka sabana yang hijau luas. Telalu bahagia, sampai kita kelamaan di sabana 2 hanya untuk mengabadikan momen dalam sebuah bingkai foto.

Sampai di Puncak Kentheng Songo

Pendakian ke puncak dibutuhkan waktu normal 1,5 – 2 jam untuk mencapai puncak. Dua jam kini berubah menjadi 3 jam karena diperjalanan menuju puncak kami banyak berhentinya dikarenakan angin yang sangat kencang yang menghalangi pandangan kami.

Di tengah perjalanan yang sedikit lagi sampai di puncak Kentheng Songo saya terpisah sama rekan-rekan yang lain sehingga saya hanya seorang diri menuju puncak itu. Kemudian tak lama berjalan akhirnya saya sampai juga di puncak Kentheng Songo dan langsung disambut sama rekan-rekan saya yang sudah lama sampai lebih dahulu dibanding saya.

Tak lupa disana kami langsung menikmati indahnya  pemandangan diatas awan dan mengabadikannya. Kini untuk pertama kalinya saya berhasil mencapai salah satu gunung di pulau jawa yang terkenal ramahnya.

photo by Vidio.com

Leave a Comment