Cara Mudah Budidaya Belut yang Menguntungkan Agar Cepat Panen

Cara Mudah Budidaya Belut yang Menguntungkan Agar Cepat Panen

Pemilihan Lokasi Budidaya Belut

photo by shelookred.com

Belut merupakan jenis hewan yang bisa hidup di berbagai daerah, bisa di dataran tinggi atau dataran rendah, daerah dengan curah hujan tinggi maupun rendah. Pemilihan lokasi budidaya belut dengan habitat aslinya di alam merupakan langkah pertama dan terpenting yang harus dilakukan pada budidaya belut.

Agar dapat dipastikan belut akan dapat tumbuh secara maksimal, yang harus dilakukan yaitu menyesuaikan lokasi budidaya belut sesuai habitat aslinya. Dengan cara begitu budidaya belut akan mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Berikut  ini syarat lokasi budidaya belut :

  1. Ketinggian lokasi budidaya belut yaitu berada di ketinggian 0 – 1200 M dpl.
  2. Suhu air ideal 25 – 32°C
  3. pH air 6 – 9
  4. Kadar Oksigen (O₂) terlarut 3 – 5 ppm
  5. Kadar Karbondioksida (CO₂) terlarut 5 – 15 ppm

Tempat Ternak Belut

1. Kolam Terpal

Menggunakan kolam terpal merupakan sarana budidaya belut yang pertama. Pembuatan kolam terpal ini tidak membutuhkan banyak biaya, hanya dengan membeli terpal, bambu atau kayu sebagai penyangganya, serta perlengkapan lainnya. sudah bisa untuk memulai budidaya belut.

Meski hanya berbahan terpal, kekuatan kolam terpal sudah teruji dan bisa dikatakan awet. Kolam terpal biasanya mampu bertahan 1 sampai 2 tahun, tergantung dari kualitas bahan terpal dan perawatan kolam saat budidaya belut.

Namun dalam budidaya belut, untuk ukuran terpal yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan jumlah belut yang akan di budidayakan. Untuk ukuran idealnya adalah 50-100 ekor/m persegi.

Jangan lupa juga, untuk membuat saluran pembuangan air pada kolam terpal.

2. Drum/Tong

faunadanflora.com

Selain dengan menggunakan media kolam terpal, drum atau tong juga bisa menjadi sarana budidaya belut.  Kolam drum merupakan kolam belut yang semi permanen. Yang artinya, kerusakan pada kolam drum ini akan tejadi lebih cepat daripada menggunakan kolam terpal.

Tetapi kolam drum/tong ini cukup mudah untuk membuatnya, berikut adalah langkah-langkah membuat kolam drum/tong untuk budidaya belut:

1. Bersihkan drum/tong hingga bersih (terutama bagian dalam drum)
2. Membuat lubang memanjang dibagian atas drum
3. Taruh drum di tanah yang datar, kemudian kasih pengganjal dibagian kiri dan kanan. Agar drum tidak terguling.
4. Buatlah saluran pembuangan dibawah drum/tong
5. Yang terakhir buat juga peneduh dari sinar matahari agar belut tidak kepanasan

Agar pertumbuhan menjadi lebih maksimal, maka dalam 1 drum bisa diisi 2kg bibit belut dengan ukuran bibit belut 10-12cm.

3. Bak Fiber

photo by Kolam Fiber

Bak fiber merupakan kolam permanen juga bisa anda jadikan sebagai sarana untuk budidaya belut. Tentu saja  biaya yang di keluarkan dalam pembuatan bak fiber akan lebih mahal dibandingkan dengan pembuatan kolam lainnya.

4. Bak Semen

photo by pertanianku

Bak Semen merupakan sarana budidaya belut yang selanjutnya. dalam proses pembuatan bak semen ini akan membutuhkan modal yang lumayan tinggi dan tentu saja memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan yang lainya.

Bak semen juga sangatlah tahan terhadap kebocoran akibat hewan perusak kolam, serta dapat memudahkan untuk mengontrol air dan hewan pengganggu.

Sama halnya seperti kolam terpal, sebaiknya bak semen juga memerlukan untuk membuat sistem pembuangan air atuau kotoran dengan sitem center drain.

Pemlihan Bibit Belut

photo by Flora dan Fauna

Langkah selanjutnya dalam budidaya belut yaitu Pemilihan bibit belut. Disini bibit merupakan factor utama dalam penunjang kesuksesan pembesaran belut. Kualitas bibit belut  juga sangatlah berpengaruh dalam pertumbuhannya kelak.

Agar mendapat hasil yang maksimal dan bisa dipanen secara bersamaan. Sebaiknya kita memilih bibit yang sang seragam dan  unggul maksudnya yaitu bibitnya harus sehat, lincah, gesit serta fisiknya yang tidak cacat.

Jika bibit sudah didapatkan, yang mesti di perhatikan yaitu jumlah tebar pada bibit belut. Idealnya untuk kolam 1 meter persegi yaitu dapat di isi 1-2 kg bibit ukuran 7-10 cm atau sekitar 70-100 ekor.

Berikut beberapa hal yang harus perhatikan dalam pemilihan bibit belut, yaitu:

1. Bibit Belut Bebas Luka

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam memilih bibit belut yang baik, yaitu pilihlah bibit belut yang tidak cacat dan terbebas dari penyakit, seperti luka secara fisik baik luka lecet karena gesekan, Karena penyakit luka pada belut ini dapat menular ke belut yang lainnya.

2. Belut Tidak Lemas Saat Dipegang

Setelah memilih belut yang bebas luka, langkah yang harus dilakukan yaitu memilih bibit belut yang tidak lembek dan tidak lemas saat dipegang.

Jika bibit belut lembek dan lemas ketika dipegang, maka dapat dipastikan bibit belut tersebut memiliki daya tahan yang lemah. karena pada dasarnya belut yang berkualitas yaitu belut yang memiliki tubuh yang keras dan diharapkan belut akan bertahan hingga dewasa dan siap untuk dipanen.

3. Pilih Belut Yang Lincah

Pada dasarnya belut memiliki sifat dasar yang agesif yaitu ketika belut tersebut kita pegang maka ia akan berusaha untuk melepaskan diri.

Jika menemukan ada anakan belut posisinya mendangak ke atas sebaiknya di ambil dan pisahkan dari yang lainnya. Belut yang baik akan memiliki ciri tenang tapi lincah, belut juga akan mengambil oksigen keatas dengan cepat kamudian kembali kebawah lagi.

4. Ukuran Bibit Belut Yang Seragam

Ukuran bibit belut yang seragam ini cukup penting. Tujuan penyeragaman ini yaitu agar pada saat panen ukuran belut pun akan seragam dan tidak saling dominasi dalam memakan antar belut satu dengan yang lainnya. Biasanya jika ukurannya beda, maka belut yang kecil akan dimakan oleh belut yang besar.

Itulah beberapa hal yang harus perhatikan dalam pemilihan bibit belut agar bisa mendapatkan hasil yag maksimal.

Penebaran Bibit Belut

photo by picswe.com

Belut merupakan jenis hewan yang bisa dibudidayakan dengan kepadatan yang cukup tinggi. Biasanya kepadatan tebar untuk bibit belut memiliki  panjang 10-12 cm berkisar 50-100 ekor per meter persegi.

Penebaran pada bibit belut baiknya dilakukan saat pagi atau sore menjelang malam, tujuannya adalah agar belut tidak menjadi stres. Karena suhu dingin dan sejuk sangat mempengaruhi lingkungan kodisi kolam saat penebaran bibit.

Bibit yang berasal dari tangkapan alam sebaiknya dikarantina terlebih dahulu selama 1-2 hari. Dalam proses karantina budidaya belut juga dilakukan dengan cara meletakkan bibit ke dalam air bersih yang mengalir.

Pada saat menggunakan bibit yang berasal dari hasil tangkapan di alam, sebaiknya terlebih dahulu mengkarantinanya selama 1-2 hari. Proses karantina ini dilakukan dengan menempatkan benih dalam air mengalir. Selain itu, selama proses karantina, belut diberi makan dalam bentuk kocokan telur.

Pemberian Pangan

photo by Infoikan.com

Dalam soal Pemberian pangan kepada belut diusahakan jangan sampai ada keterlambatan karena belut merupakan hewan yang rakus. Jika kita sampai terlambat memberi makan belut terutama pada belut yang baru saja ditebar ke media, bisa-bisa akan berakibat fatal dan dapat terjadi hal yang tidak diinginkan.

Banyaknya pangan yang diberikan harus disesuaikan dengan bobot populasi belut. Pada umumnya, belut membutuhkan jumlah pangan sebanyak 5-20% dari bobot tubuhnya per hari.

Berikut ini kebutuhan pangan harian untuk budidaya belut dengan bobot populasi 10 kg.

  • Umur 0-1 bulan: 0,5 kg
  • Umur 1-2 bulan: 1 kg
  • Umur 2-3 bulan: 1,5 kg
  • Umur 3-4 bulan: 2 kg

Pangan pada budidaya belut bisa berupa pangan hidup atau mati. Untuk belut yang masih kecil (larva) pakan hidupnya berupa zooplankton, cacing, kutu air, kecebong, larva ikan, atau larva serangga, Sedangkan pada belut dewasa pangan dapat berupa ikan, serangga, katak, kepiting yuyu, bekicot, keong, atau belatung.

Frekuensi pangan hidup bisa diberikan sebanyak tiga hari sekali. Untuk pakan mati bisa diberikan cincangan bekicot, bangkai ayam, cincangan kepiting yuyu, ikan rucah, atau pelet.

Pangan mati yang diberikan pada belut sebaiknya direbus terlebih dahulu. Biasanya pemberian pada pangan mati bisa 1-2 kali setiap hari

Pemberian pangan belut yang paling efektif yaitu dilakukan  pada sore atau malam hari. Karena belut merupakan binatang nokturnal. Waktu pemberian pangan bisa dilakukan sepanjang hari.  Kecuali jika tempat budidayanya ternaungi.

Proses Pemanenan

photo by usahabudidayaternak.blogspot.com

Proses Pemanenan belut sebenarnya tidak memiliki patokan seberapa besar ukuran belut dikatakan siap untuk di konsumsi. Tapi secara umum pasar domestik biasanya menghendaki belut dengan ukuran yang lebih kecil, sedangkan untuk pasar ekspor menghendaki belut dengan ukuran yang lebih besar.

Untuk pasar domestik, lamanya waktu pemeliharaan belut biasanya berkisar antara 3-4 bulan, sedangkan untuk pasar ekspor waktunya bisa 3-6 bulan atau bahkan bisa lebih, terhitung sejak bibit mulai ditebar.

Terdapat dua cara memanen budidaya belut yaitu, panen sebagian dan panen total. Panen sebagian dapat dilakukan dengan cara memanen semua belut terlebih dahulu, kemudian belut yang masih kecil dipisahkan untuk dipelihara kembali.

Sedangkan saat pemanenan total biasanya dilakukan pada budidaya belut intensif, maksudnya yakni dimana pemberian pakan dan metode budidaya belut ini dilakukan secara cermat dan teliti. Agar belut yang dihasilkan dapat memiliki jenis ukuran yang  lebih seragam.

Proses Pemasaran

photo by Lifestyle Okezone

Dalam hal pemasaran belut bisa dibilang sangat mudah. biasanya hasil panennya langsung bisa di jual pada tengkulak. Tetapi, jika ingin menjualnya pada tengkulak cenderung lebih banyak merugikan dibandingkan dengan menjualnya langsung.

Cara terbaiknya, yaitu kamu harus gesit mencari pelanggan sendiri seperti di titipkan ke supermarket atau juga langsung kerumah makan (restoran), agar tidak terjadi merugi karena harus menjualnya pada tengkulak.

Bisa juga diolah sendiri menjadi aneka masakan dan cemilan, seperti keripik belut yang kebanyakan biasanya untuk dijual lagi dalam bentuk olahan. Maka tak heran jika olahan berbahan belut ini banyak sekali diminati oleh konsumen. Untuk ukuran belut untuk bisa konsumsi yaitu 3-5 ekor/kg, dengan panjang 30- 50 cm.

Nah, itu dia sedikit informasi saya tulis mengenai Cara Mudah Budidaya Belut yang Menguntungkan Agar Cepat Panen. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua. Sampai Jumpa..

Leave a Comment