Majas personifikasi

Contoh Majas Personifikasi Dalam Karya Sastra Indonesia

Pernahkah anda berfikir bahwa di dalam karya sastra Indonesia banyak sekali kalimat dengan kata-kata kiasan yang indah dan penuh makna? Apakah arti dari kalimat dan kata tersebut? Tentu saja perlu banyak belajar untuk memahaminya. Namun kata kiasan yang digunakan itu kerap kali termasuk dari gaya bahasa Majas. Bahkan mungkin saja kalimat indah itu adalah kalimat yang merupakan contoh majas personifikasi.

Tentu saja ada kemungkinan gaya bahasa dari kalimat indah itu bukanlah kalimat yang mengandung majas personifikasi. Hal itu dikarenakan karya sastra kerap sekali menggunakan berbagai macam gaya bahasa dalam penulisannya. Karena itu, artikel ini akan memberikan beberapa contoh penggunaan majas personifikasi yang bisa ditemukan di dalam karya sastra Indonesia. Agar anda bisa membedakan majas apa yang ada dalam karya tersebut.

Beberapa contoh kalimat yang mengandung majas personifikasi

Majas personifikasi

  • Akar pohon itu memeluk erat ke dalam bumi.
  • Angin berbisik merdu di antara bambu.
  • Angin berlalu begitu saja.
  • Angin bertiup kencang di sela-sela pepohonan.
  • Aroma masakan itu menggoda selera makan.
  • Asap rokok mengotori udara yang bersih.
  • Asap rokok telah banyak memakan korban.
  • Awan-awan berjalan ke mana saja angin membawanya.
  • Badai mengamuk tadi malam.
  • Banjir bandang membawa petaka besar di desa ini.

==============================================================

  • Banjir menyapu habis segala yang dilewatinya.
  • Batu karang itu sangat tegar menghadapi ombak lautan.
  • Bebatuan diam membisu saat badai menerpa.
  • Benteng batu itu menyerah juga di hadapan waktu.
  • Biji-bijian melantunkan kidung penuh misteri.
  • Bintang-bintang telah menjernihkan pikirannya.
  • Buku itu mematahkan argumen lawan-lawannya.
  • Buku itu memberi banyak manfaat.
  • Buku itu mengisahkan tentang cerita masa lalu.
  • Bunga-bunga tersenyum menghiasi taman yang indah itu.

==============================================================

  • Capung-capung menari di atas sawah sebelum hujan tiba.
  • Cita-cita semakin mendekat dengan kenyataan.
  • Dahan saling meliuk satu sama lain.
  • Daun-daun tua menunggu waktu untuk gugur ke muka bumi.
  • Derai hujan menghapus jejak kaki di jalanan.
  • Dinginnya malam menggigit hingga diriku menggigil.
  • Gelombang besar menggulung perahu-perahu kecil.
  • Harga-harga mulai merangkak naik.
  • Hujan menjatuhkan diri ke pangkuan bumi.
  • Hujan telah membersihkan udara.
  • Jalan yang berlobang memakan banyak korban jiwa.

==============================================================

  • Kapal-kapal membelah ombak dan gelombang.
  • Katak bernyanyi ketika hujan reda.
  • Kebakaran hebat melahap rumah-rumah penduduk.
  • Kejadian itu membangkitkan kemarahan warga.
  • Kembang-kembang berhias menyambut musim semi.
  • Kesedihan tiba-tiba menyusup ke dalam hatinya.
  • Ketika malam berselimutkan gelap, semuanya sunyi.
  • Kini benih mulai merangkak menjadi sebatang pohon.
  • Kulihat burung-burung bercengkrama satu sama lain.
  • Kunang-kunang berhamburan keluar.
  • Langit terlihat sendu di pagi ini.

==============================================================

  • Layang-layang menari di udara bebas.
  • Lukisan tersebut tersenyum indah pada peminatnya.
  • Malam datang membawa keheningan dan kesunyian.
  • Malam ini bulan tersenyum lebar.
  • Malam menjatuhkan jubah hitam.
  • Malam tadi bulan menyapaku dengan cahaya indahnya.
  • Malam telah memejamkan matanya.
  • Masa lalu telah menghancurkan diri dari kenangan.
  • Matahari telah bangun dari tidurnya.
  • Melati mengedarkan keharuman yang sangat wangi.
  • Mendung hitam mengirimkan pesan akan datangnya hujan.

==============================================================

  • Mentari bangkit di ufuk Timur.
  • Merapi memuntahkan lahar panas.
  • Ombak besar menerjang perahu nelayan.
  • Ombak melantunkan puisi di alam semesta.
  • Pagar itu berdiri tegak menjaga rumah mewah.
  • Pantai mengirimkan ombaknya yang sangat indah.
  • Penyakitnya telah mengggerogoti tubuhnya sehingga ia kurus kering.
  • Perahu itu membelah sungai Musi.
  • Petir menyambar sebuah pohon tua.
  • Pipit berkicau di sawah petani.
  • Puting beliung mengamuk sehingga menghancurkan rumah.

==============================================================

  • Rembulan mengintip dari balik mendung.
  • Rimba itu jadi tempat mengembara hewan liar.
  • Sebentar lagi malam meninggalkan kita.
  • Seekor kucing menyendiri di sudut kota.
  • Sejarah menuliskan cerita orang-orang besar.
  • Senjapun menyembunyikan cahaya sang surya.
  • Sore ini langit terlihat sangat murung.
  • Suara adzan memanggil jiwanya untuk sembahyang.
  • Sungai kecil itu turun dari atas bukit.
  • Terik mentari membakar kulit.
  • Udara dingin menusuk hingga ke tulang.
  • unga-bunga menyambut para pengujung taman itu.
  • Wajah alam begitu muram malam ini.
  • Waktu telah mencampakan siapapun yang menyia-nyiakannya.

Contoh Penerapan Majas personifikasi di dalam novel

Contoh Majas personifikasi novel

Salah satu karya sastra yang sering kali menggunakan majas personifikasi adalah novel atau cerita pendek. Sebelum terjun dan mencari majas personifikasi di dalam novel, anda perlu tahu bahwa majas personifikasi ini digunakan untuk membandingkan antara benda yang tidak hidup dengan benda hidup atau bernyawa. Para penulis ataupun sastrawan akan memilih menggunakan kata yang memberikan nuansa atau sifat pada sebuah benda yang tidak bernyawa.

Sifat yang disebut adalah sifat atau kegiatan yang dilakukan oleh manusia setiap harinya, seperti berlari, bernyanyi, menatap, membelai, dan lain-lain. Kata-kata yang digunakan juga menggunakan perbandingan antara benda mati dengan yang bernyawa. Seperti hewan, tumbuhan, pasir, ombak, angin, dll. Dan kalimat yang mengandung majas ini sering kali digunakan untuk menggambarkan suasana atau nuansa akan sesuatu yang nyata dan konkret.

Agar lebih jelas, akan lebih baik jika penjelasan diatas dituturkan dengan contoh. Majas personifikasi ini juga memiliki tujuan untuk memperindah suatu karya sastra, dengan pemilihan kata yang tepat dan indah maka pembaca juga akan tertatik untuk membaca karya tersebut. Seperti novel sang pemimpi karya Andrea Hirata. Salah satu contoh penggunaan majas personifikasi di dalam novel ini adalah “jantungku berayun-ayun seumpama punchbag yang dihantam beruntun seorang petinju”.

Kalimat tersebut menggunakan kata “jantungku” yang merupakan benda mati. Namun diibaratkan seakan seperti benda hidup yang mampu berayun-ayun, padahal arti sebenarnya adalah menjelaskan keadaan jantung yang sedang berdegup kencang. Satu lagi contoh majas personifikasi di dalam novel tersebut adalah kalimat “suara peluit menjerit-jerit” di dalam kalimat itu, peluit diibaratkan sebagai benda hidup yang mampu menjerit dan berteriak.

Salah satu novel yang bisa diambil sebagai contoh adalah novel negeri 5 menara karya Ahmad Fuadi. Kalimat “mesin ini menggeram-geram karena bekerja maksimal”, “ketukan-ketukan halus terdengar setiap gumpal salju menyentuh kaca di depanku” adalah beberapa contoh penggunaan majas personifikasi di dalam novel.

Contoh Majas personifikasi di dalam puisi

Contoh Majas personifikasi puisi

Bukan hanya novel, puisi juga salah satu karya sastra yang memberikan anda keleluasaan dalam bermain kata untuk membuat puisi yang indah. Bahasa didalam puisi terikat oleh irama, rima dan tarik dan bait pada puisi. Untuk mendukung itu, penggunaan kalimat bermajas dapat memperindah puisi tersebut. Tidak terkecuali majas personifikasi. Alhasil, kata dengan bermajas itu akan menjadi daya tarik tersendiri.

Beberapa contoh penggunaan majas personifikasi di dalam puisi bisa ditemukan di dalam puisi berjudul Teratai oleh Sanoesi Pane yang dikeluarkan tahun 1929. Bait di dalam puisi yang berisi “akarnya tumbuh di hati dunia” menggunakan kata “akar” yang kemudian digambarkan memiliki sifat makhluk hidup yang mampu tumbuh hidup.

Salah satu contoh penggunaan majas personifikasi yang juga bisa ditemukan di dalam puisi, adalah puisi berjudul Menanti Senyummu Mentari karya Aang imam. Puisi tersebut memiliki 2 bait yang mengandung majas personifikasi. Kalimat “menanti senyummu mentari”, “kulihat mentari tersenyum lagi” menggambarkan mentari yang mampu tersenyum layaknya manusia.

Contoh Kalimat dengan Majas personifikasi di dalam pantun

Contoh Majas personifikasi pantun

Majas personifikasi juga bisa ditemukan didalam pantun. Sebagai contoh penggunaan majas personifikasi yang ditemukan di dalam pantun adalah kalimat angin semilir menggoyangkan rumput dan ilalang. Angin semilir digambarkan memiliki sifat makhluk hidup yang mampu menggoyangkan rumput dan ilalang. Kalimat pohon diam tanpa bicara juga merupakan kalimat dengan majas personifikasi.

Masih banyak karya pantun yang bisa menjadi contoh penggunaan majas personifikasi. Namun kerap juga bermacam majas digunakan untuk memperkaya bahasa didalam pantun. Perlu diingat bahwa majas personifikasi, adalah majas yang menggambarkan mahluk tidak hidup memiliki suatu sifat layaknya mahluk hidup atau manusia.

Contoh Penggunaan Majas personifikasi di lirik lagu

Contoh Majas personifikasi pada lirik lagu

Satu karya sastra yang tidak boleh dilupakan adalah lagu. Lagu yang sering kali didengarkan sering kali memiliki susunan lirik yang bisa menjadi contoh majas personifikasi di dalam karya sastra. Dalam penyusunan kata-kata lirik sebuah lagu, penulis akan berusaha untuk memperindah susunan kata dengan menyisipkan beberapa majas di dalamnya. Dengan penggunaan majas yang tepat dan sesuai, maka lirik lagu tersebut akan terkesan lebih indah.

Salah satu lagu yang mungkin sering anda dengarkan adalah lagu Laskar Pelangi. Lagu yang dipopulerkan oleh Nidji ini sempat ramai dan sering kali dimainkan di berbagai media siar Indonesia. Lagu ini memiliki kesan lirik yang ceria dan mampu menggambarkan kehidupan dari remaja yang selalu berjuang meski harus melawan kesulitan. Hal ini digambarkan dari liriknya yang tertulis “Laskar pelangi takkan terikat waktu”.

Di lirik tersebut majas personifikasi digambarkan dari pelangi yang memiliki kemampuan layaknya manusia. Begitu juga dengan lirik “warnai bintang di jiwa”.  Mungkin salah satu contoh lirik yang memiliki majas personifikasi yang mudah sekali ditemukan adalah dari lagu Berita kepada Kawan oleh Ebiet G Ade. Banyak sekali majas personifikasi yang bisa ditemukan di dalam lagu tersebut.

Lirik “Rumput yang bergoyang”, “Kepada kerang kepada matahari, tetapi semua diam tetapi semua bisu” begitu juga dengan “hati tergetar menatap kering reumputan” adalah majas personifikasi yang mencitrakan seakan rumput, kerang, matahari dan hati mampu bereaksi selayaknya manusia. Alhasil, memberikan kesan dan menggambarkan suasana yang sepi dan sedih pada lagu tersebut.

Masih banyak lagi majas personifikasi yang mungkin saja bisa anda temukan dari berbagai macam sumber bacaan. Bukan hanya dari novel, cerita pendek, puisi dan juga pantun, namun juga anda bisa menemukan majas personifikasi dari kalimat-kalimat di dalam berita. Seperti artikel berita, koran, majalah dan juga media lainnya. Bahkan majas personifikasi kerap kali digunakan dalam kalimat-kalimat disekitar anda.

Seperti spanduk, iklan, poster dan lain-lain. Termasuk lirik lagu yang sering anda dengarkan. Dengan kata lain, gaya bahasa yang membandingkan benda tidak bernyawa seakan bernyawa dan memiliki sifat layaknya makhluk hidup ini, adalah gaya bahasa yang bisa anda temukan dimanapun dan digunakan untuk apapun. Semoga informasi tentang majas personifikasi ini bisa memberikan informasi yang berarti bagi anda. Terima kasih

Leave a Comment