Agar lebih Semangat untuk Belajar, Yuk Simak 10 Keutamaan Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu merupakan suatu kewajiban bagi setiap muslim. Memiliki ilmu akan menjadikan seseorang tidak mudah dibodohi serta menjadi petunjuk ketika melakukan sesuatu. Selain itu, kemajuan suatu bangsa bisa dilihat dari sejauh mana antusias masyarakatnya dalam mencari ilmu. Namun ketika mencari ilmu atau belajar,  seseorang pasti pernah mengalami rasa malas dan lelah. Agar lebih bersemangat, berikut ini keutamaan menuntut ilmu yang harus diketahui. 

Apa Itu Pengertian Ilmu?

keutamaan menuntut ilmu agama

Apa itu ilmu?

Ilmu adalah kunci segala kebaikan. Ilmu adalah sarana untuk menunaikan apa yang Allah subhana wata’ala wajibkan kepada kita. Tidak sempurna keimanan dan tidak sempurna juga amal kecuali dengan ilmu. Lewat ilmu Allah disembah, dengannya hak Allah ditunaikan, dan dengan ilmu juga agama-Nya disebarkan.

Kebutuhan pada ilmu lebih besar dibandingkan kebutuhan pada makanan dan minuman, sebab kelestarian urusan agama dan dunia bergantung dengan ilmu. Imam Ahmad berkata, “Manusia lebih memerlukan ilmu daripada makanan dan minuman. Sebab makanan dan minuman hanya dibutuhkan dua atau tiga kali sehari, sedangkan ilmu diperlukan di setiap waktu.”

Terlepas dari itu, yang dimaksud dengan kata ilmu di sini ialah ilmu syar’i. Maksudnya ilmu yang akan menjadikan seorang mukallaf mengetahui kewajibannya baik itu tentang ibadah dan muamalah, juga ilmu tentang Allah dan sifat-sifatNya, hak apa saja yang harus dia tunaikan dalam beribadah kepada-Nya, dan mensucikan-Nya dari berbagai kekurangan.

Keuntungan bagi Orang Yang Mencari Ilmu

keutamaan menuntut ilmu dan adab

ilustrasi Keutamaan bagi Orang Yang Mencari Ilmu

Ilmu Yang Dimiliki Akan Semakin Bertambah

Keutamaan bagi orang yang sedang mencari ilmu adalah memiliki ilmu yang semakin banyak. Pastinya bagi mereka yang selalu belajar dan bersemangat mencari ilmu, maka pengetahuan terhadap sesuatu akan ditambah. Penuntut ilmu juga menjadi bijak dan arif. Sebagaimana dalam penjelas Umar bin Khattab bahwa tahapan mencari ilmu ada tiga yang pertama seseorang akan sombong, kedua amenjadi tawadhu dan yang terakhir merasa dirinya tidak ada apa apanya.

Sebagai Bentuk Mensyukuri Nikmat Akal

Alloh menciptakan manusia berbeda dengan hewan, dimana manusia diberi anugrah berupa akal pikiran. Adanya akal ini membuat manusia dapat berfikir dan menyelesaikan banyak masalah. Tentunya adanya anugrah ini harus disyukuri dengan jalan mencari tahu tentang suat hal agar bisa dipelajari. Adanya akal ini juga menjadi jalan seseorang untuk lebih mengenal siapa Tuhannya. Dengan begitu, dia tidak akan sampai tersesat dan melakukan perbuatan yang buruk. 

Denagan adanya Kewajiban Menuntut Ilmu Memudahkan Masuk ke Surga

Salah satu keutamaan menuntut ilmu adalah dimudahkan jalannya menuju ke surga. Hal ini sebagaimana hadis yang artinya “Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka alloh akan memdahkan jalannya menuju surga”. Adanya nilai kebaikan yang ada di dalam ilmu akan menuntun seseorang untuk selalu berbuat kebaikan dan kebenaran yang sebenarnya. 

Kita juga bisa melihat bagaimana kemanfaatan suatu ilmu bisa membantu banyak masyarakat. Seperti halnya ilmu dalam kedokteran yang bisa membantu seseorng yang sedang sakit bisa sembuh dengan pengobatan yang tepat. Bayangkan jika tidak ada orang yang mau menuntut ilmu ini, bagaimana orang bisa sembuh dari penyakitnya jika obatnya saja tidak diketahui. Apalagi zaman sekarang mulai bermunculan penyakit yang semakin aneh.

Dengan Keutamaan Ilmu Akan Diangkat Derajatnya

Seseorang yang memiliki ilmu akan sukses baik di dunia maupun di akhirat. Baik ilmu pengetahuan umum maupun ilmu agama keduanya sama penting sebagai bekal hidup, dan menjadi sebab seseorang akan diangkat derajatnya. Sebagaimana janji Allah dalam QS Mujadilah yang artinya “Allah mengangkat orang yang beriman dan memiliki ilmu diantara kalian beberapa derajat, dan Allah mengetahu apa  yang sedang kamu kerjakan”.

Mengingat keutamaan menuntut ilmu yang sudah tercantum jelas dalam Al Quran, maka sudah sepatutnya bagi setiap muslim untuk senantiasa menuntut ilmu. Ada banyak contoh orang  berilmu yang sukses. Mulai dari tokoh tokoh terkenal baik di indonesia maupun di dunia, dimana mereka menjadi besar karena ilmu yang dimilikinya. Begitupun kemerdekaan bangsa ini, karena adanya para cendikiawan yang memiliki keinginan untuk bebas dari penjajah. 

Merupakan Amalan yang Tidak Akan Terputus

Mencari ilmu merupakan amalan yang terus dilakukan mulai dari bayi hingga memasuki liang lahat. Amalan ini tidak akan terputus sebagaimana dalam suatu hadis dijelaskan bahwa semua amal manusia akan terputus ketika sudah meninggal, kecuali tiga perkala diantaranya adalah ilmu yang bermanfaat baik bagi dirinya maupun bagi orang lain. Maka dari itu, selagi usia masih muda sudah sepatutnya seseorang selalu bersemangat untuk mencari ilmu.

Menuntut Ilmu Memperkuat Agama

Semakin seseorang tahu bagaimana alam bekerja, maka ia akan semakin memahami bahwa kekuasaan Allah sungguh tidak ada batasannya. Dengan mencari ilmu, maka orang akan tahu bahwa dunia ini tidak tercipta secara tiba tiba dan ada banyak sistem di alam yang sudah diatur dengan baik. Keutamaan menuntut ilmu dapat mempekuat keyakinan seseorang terhadap adanya dzat yang mengatur dunia dan isinya sehingga bisa memperkuat agamanya.

Memanfaatkan Waktu dengan Baik

Salah satu nikmat yang paling besar adalah memiliki waktu luang, seperti halnya yang tercantum pada hadis. Sayangnya, adanya waktu luang ini akan sia sia begitu saja jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Banyak orang yang merugi karena membiarkan waktu luangnya digunakan untuk kegiatan yang tidak ada manfaatnya. Dengan mencari ilmu, waktu luang tersebut menjadi lebih berguna dan bernilai pahala.

Sebenarnya menuntut ilmu ini tidak harus menunggu waktu luang. Kaalau perlu dijadikan sebagai prioritas sehingga kita bisa mementingkan untuk mencari ilmu dibandingkan untuk kegiatan lain. Pastinya dalam waktu seminggu kita juga memiliki beberapa waktu kosong yang yang bisa dimanfaatkan untuk menuntut ilmu. Setidaknya sediakan waktu dalam sepekan untuk menghadiri majelis majelis ilmu yang ada di sekitar tempat kita. 

Menjadi Sarana untuk Menjalin Silaturrahim

Keutamaan mencari ilmu di suatu majelis adalah seseorang bisa bertemu dengan pencari ilmu yang lain. Tentunya hal ini bisa menjadi salah sau saran ntuk menjalin silarurahim. Keutamaan dari silaturahim sendiri sangat besar bagi kaum muslim dibandingkan memerdekakan budak. Keutamaan menuntut ilmu ini sebagaimana hadis yang menjelaskan bahwa orang yang menjalin silaturahim akan dipanjangkan umurnya serta dilapangkan rezeki orang tersebut. 

Diampuni dosanya Bagian Dari Keutamaan Menuntut Ilmu

Seseorang yang giat mencari ilmu akan diampuni dosanya serta diberikan pahala sebagaimana ilmu yang telah diajarkan kepada orang lain,sehingga orang lain melakukan hal yang sama. Keutamaan ini tercantumdalam hadis riwayat muslim dimana artinya “barang siapa yang mengajak orang lain untuk mengikuti petunjuk, niscaya akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. 

Tentunya sebagai hamba Allah yang banyak dosa, setiap muslim menginginkan agar dosa dosanya diampuni. Apalagi kehadiran kematian yang seringkali tidak disangka sanga, sehingga kita juga membutuhkan bekal. Dengan mengajarkan ilmu yang diperoleh kepada orang lain, maka seseorang akan mendapatkan pahala dari apa yang dikerjakan orang tersebut. Bayangkan jika semakin banyak orang yang diajarinya, maka pahalnya semakin bertambah tentunya.

Orang yang Senantiasa Menuntut Ilmu dinaungi Oleh sayap Malaikat

Salah satu keutamaan menuntut ilmu yang tidak kalah pentingnya adalah mendapat naungan dari malaikat. Hal ini sebagaimana telah tercantum dalam hadis Rosululloh yang memiliki arti “Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Alloh membaca Kitabulloh dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan diturunkan kepada mereka sakinah, akan dinaungi rahmat, serta dikelilingi oleh malaikat dan Alloh menyebut mereka di sisi mahluk yang dimuliakan .

Ayat Tentang Kewajiban Menuntut Ilmu (Dalil dalam Al-Qur’an)

keutamaan menuntut ilmu syar'i

ilustrasi Ayat Tentang Kewajiban Menuntut Ilmu

وَمِنَ النَّا سِ مَنْ يُّجَا دِلُ فِى اللّٰهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَّلَا هُدًى وَلَا كِتٰبٍ مُّنِيْرٍ ۙ

“Dan di antara manusia ada yang berbantahan tentang Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk, dan tanpa Kitab (wahyu) yang memberi penerangan”. (QS. Al-Hajj 22: Ayat 8)

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabbmu, Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”. (An-Nahl/16:125)

وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ

“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zhalim di antara mereka.” (al-Ankabût/29:46)

إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56)

Hadist Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Islam

keutamaan menuntut ilmu sejak kecil

ilustrasi Hadist Tentang Keutamaan Menuntut Ilmu

أُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى الَّلحْدِ

”Carilah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat”. (Al Hadits)

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga”.

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْـجَنَّةِ وَإِنَّ الْـمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِـمِ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ حَتَّى الْـحِيْتَانُ فِى الْـمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِـمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ. إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ لَـمْ يَرِثُوا دِيْنَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرَثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan. Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air. Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak.”

وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah membaca Kitabullah dan saling mengajarkan satu dan lainnya melainkan akan turun kepada mereka sakinah (ketenangan), akan dinaungi rahmat, akan dikeliling para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka di sisi makhluk yang dimuliakan di sisi-Nya.” (HR. Muslim).

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. (Muttafaqun ‘alaihi).

الرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُولُ مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللَّهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللَّهُ

“Ar-rahim itu tergantung di Arsy. Ia berkata: “Barang siapa yang menyambungku, maka Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa yang memutusku, maka Allah akan memutus hubungan dengannya”. (Muttafaqun ‘alaihi).

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang”. (HR Bukhari).

Betapa banyak keutamaan yang diperoleh bagi orang yang mau menuntut ilmu. Tentunya sangat disayangkan jikaseseorang memiliki waktu luang dan tidak dimanfaatkan waktu tersebut untuk mencari ilmu. Apalagi saat ini, banyak sekali majelis majelis ilmu yang bisa didatangi dengan mudah. Berbeda dengan zaman dahulu, dimanaseseorang harus menempuh berjalanan yang sangat jauh hanya untuk mencari ilmu. 

Keutamaan Menuntut Ilmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *