struktur teks prosedur

Yuk Mengenal Apa itu Struktur Teks Prosedur

Dalam kehidupan sehari hari, disadari atau tidak seseorang akan menggunakan teks yang berupa prosedur. Entah itu dikatakannya secara lisan maupun tulisan, jenis teks satu ini capat ditemukan dengan mudah di lingkungan sekitar. Penggunaan kalimat ini bertujuan, untuk menjelaskan menggunakan beberapa langkah yang harus dilakukan. Agar lebih mengenal dengan si struktur teks prosedur, simak ulasan berikut.

Pengertian Teks Dalam Bentuk Prosedur

pengertian teks prosedur
pengertian teks prosedur (Photo on Foter.com)

Mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan jenis teks satu ini, hanya saja tidak mengetahui teks tersebut masuk dalam jenis apa. Jika anda menemukan teks yang berisikan sebuah cara atau tujuan untuk membuat ataupun melakukan suatu hal, ada kemungkinan bahwa anda telah memukan sebuah teks mengenai proedur. Dari teks tersebut tertulislah bagaimana langkah tepat yang beruntut, sehingga menghasilkan sebuah tujuan yang diinginkan.

Umumnya jenis teks ini dapat ditemukan di suatu tulisan yang mengandung tips, cara, ataupun tutorial untuk melakukan langkah tertentu. Dimana di dalam teksnya sendiri, akan ada kata imperatif atau kata perintah untuk melakukan apa yang dibahas di dalam teks. Dengan kata perintah tersebut, diharapkan para pembacanya dapat mengikuti instruksi yanhg ada di dalam teks tersebut.

Ciri Ciri Teks Atau Kalimat Prosedur

ciri-ciri teks prosedur
ciri-ciri teks prosedur (Photo on Foter.com)

Struktur teks prosedur, sifatnya cenderung memberikan sebuah perintah yang berfungsi untuk meminta ataupun melarang seseorang agar tidak melakukan suatu hal. Sebenarnya kalimat ini seringkali diucapkan atau ditempelkan di tempat umum, sehingga pembacanya perlu mengikuti perintah tersebut. Contoh kecilnya saja sepertiĀ  dilarang merokok di ruang ber AC!. Seringkali kalimat tersebut muncul, di dalam ruangan yang memiliki pendingin ruangan.

Selain menggunakan kata perintah, jenis teks satu ini menggunakan kata kerja aktif. Maksud dari kata kerja aktif, yaitu jenis kata yang mengharuskan pembaca atau pendengarnya untuk melakukan suatu tindakan kepada ataupun kegiatan kepada objeknya. Awalan kata kerja ini, biasanya berupa mem- atau diakhiri dengan kata -kan. Contohnya seperti mengangkat yang berasal dari kata angkat, dan memegang yang berasal dari kata pegang.

Selain menggunakan tambahakan kata mem- dan -kan, teks satu ini kadangkala menggunakan akhiran -i dan -kan pada kata kerja yang digunakannya. Contohnya mudahnya seperti kalimat anda harus menyirami tanaman setiap hari, atau kalimat cobalah untuk lemparkan bola tersebut. Kalimat perintah yang diberikan pun beragam, ada yang miliki sifat melarang namun ada pula yang justru memberikan saran kepada seluruh pendengar maupun pembacanya.

Karena berupa kalimat prosedur, tentu saja struktur teks prosedurnya menggunakan kata penghubung ( kongjungsi ) yang berfungsi untuk mengurutkan suatu kegiatan serta miliki sifat kronologis. Dengan urutan yang sesuai, para pembaca pun bisa melakukan kegiatan seperti yang diharapkannya. Contoh kata penghubung seperti lalu, kemudian, berikutnya, selanjutnya, setelah itu, dan masih banyak lainnya.

Tak jarang pula kalimat ini dilengkapi dengan kata keterangan yang menyatakan tempat, waktu, hingga cara secara rinci. Tentu saja fungsi dari kata keterangan ini, untuk memperjelas keterangan yang diberikan terhadap kata lain. Agar lebih memudahkan, gunakan saja contoh sebelumnya. Dimana kalimat dilarang merokok di ruang ber AC, juga menggunakan kata keterangan yang menyatakan suatu tempat.

Berbagai Jenis Teks Berupa Prosedur

jenis teks prosedur
jenis teks prosedur (Photo on Foter.com)

Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa, teks ini hadir agar para pendengar maupun para pembacanya memahami serta melakukan sesuatu sesuai dengan yang diperintahkan. Jika dilihat dari cara penyajiannya, teks satu ini dibagi menjadi 3 yaitu

  • teks prosedur sederhana,
  • teks prosedur kompleks,
  • serta teks prosedur protokol.

Dimana semua jenis tersebut memilki karakteristik berbeda, dengan penggunaan yang berbeda pula.

Untuk prosedur sederhana, kalimatnya akan dibuat sesederhana mungkin yang mungkin saja hanya terdiri dari dua atau tiga langkah saja. Meski struktur teks prosedur dihadirkan dalam bentuk sederhana, segala isi penting yang harus disampaikan telah terkandung di dalamnya. Tidak perlu bertele tele, membuat siapapun langsung mengerti maksud dari kalimat tersebut. Selain sederhana, teks satu ini memudahkan siapapun untuk mencernanya.

Mungkin anda tidak menyadari bahwa, jenis teks satu ini banyak ditemui di lingkungan sekitar. Contoh mudahnya saja seperti tutorial membuat mi instan, yang terletak di belakang kemasannya. Hanya berupa poin poin penting saja untuk dilakukan, namun semua orang yang membacanya telah memahami apa yang diperintahkan di dalam teks tersebut. Mulai dari membuka kemasan, proses memasak mi, hingga cara penyajian yang tepat telah tertera dengan baik.

Sedikit berbeda dengan jenis teks berjenis prosedur kompleks, dimana semua langkah atau tahapannya akan ditulis secara detail. Bahkan tak jarang di dalamnya terdapat sub langkah, yang ditambahkan di setiap tahapan beserta dengan penjelasan akan bahan ataupun alat yang harus digunakan. Meski terkesan lebih padat, namun jenis teks satu ini sangat membantu memberikan pemahaman kepada pendengar ataupun pembacanya.

Berbeda dengan kedua jenis struktur teks prosedur lainnya, prosedur protokol lebih bersifat flksibel. Dimana semua langkah yang diberikan, tidak harus dilakukan secara berurutan yang sesuai dengan perintah yang diberikan. Meski tidak dilakukan secara berurutan, hasil yang didapatkan akan tetap sama. Oleh karenanya, dirasa tidak akan menjadi masalah serius, meski pelakunya tidak melakukannya secara runtut.

Agar lebih memudahkan pemahaman, anda bisa membayangkan saat ingin memasak nasi goreng kesukaan. Mungkin banyak sekali tutorial yang hadir di berbagai resep masakan, namun tentunya setiap orang memiliki cara khas yang akan digunakannya. Dilakukan secara berbeda, namun tetap saja semua bahan yang digunakan tadi akan berupa nasi goreng. Sehingga tidak perlu terlalu diperdebatkan, agar cara yang digunakan haruslah sama.

Struktur yang ada Pada Kalimat Prosedur

struktur teks prosedur
struktur teks prosedur (Photo on Foter.com)

Terlihat sederhana, namun penulisan teks satu ini perlu dilakukan dengan memperhatikan struktur teks yang baik dan benar. Setidaknya ada tiga prosedur yang perlu diperhatikan, agar kalimat yang digunakan lebih mudah dipahami.

  • Tujuan
  • Bahan dan alat
  • Langkah-langkah
  • Penutup

Tujuan

Prosedur pertama yaitu mengerti akan tujuannya pembuatan kalimat tersebut. Tidak mungkin anda membuatnya begitu saja, tanpa ada tujuan jelas di dalamnya.

Katakanlah ambil contoh dari membuat nasi goreng sebelumnya, dimana tutorial memasak yang diberikan memiliki tujuan agar pembaca tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri. Terutama jika kalimat awalannya dikatakan bahwa, hasil masakan seperti cita rasa masakan ala ibu di rumah. Bagi anak rantau, hal ini merupakan hal yang menarik untuk dicoba saat kangen dengan kampung halaman.

Bahan dan Alat

Selain memiliki tujuan pembuatan, kadangkala prosedur ini memiliki materi yang perlu dijelaskan. Misalnya saja seperti peralatan ataupun bahan yang diperlukan, selama mengikuti langkah yang ada pada prosedur tersebut. Namun perlu diketahui bahwa, tidak setiap teks akan menyertakan bagian iniĀ  karena disesuaikan dengan kondisi. Tidak mungkin jika anda ingin menggunakan meisin cuci, namun menggunakan bahan atau alat tertentu bukan ?

Langkah-langkah

Karena tujuannya agar para pendengar ataupun para pembaca mengerti maksud dari tutorial yang diberikan, tentu saja langkah langkah yang dibuat perlu dijelaskan. Pastikan struktur teks prosedur menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, sehingga siapapun akan dengan mudah mencerna apa yang diinginkan dari teks tersebut. Cobalah untuk menggunakan bahasa formal dari bahasa induk, agar semua orang bisa memahami maksud tutorial tersebut.

Penutup

Kalimat prosedur seringkali dijumpai di kehidupan sehari, dimana kalimat ini memiliki tujuan agar pendengar maupun pembacanya mengikuti setiap tutorial yang diberikan. Umumnya kalimat ini bersifat larangan maupun memberikan saran, agar melakukan sesuai dengan teks yang diberikan. Dengan adanya kalimat bantuan tersebut, diharapkan sang pelaku kegiatan dapat menggapai tujuan yang diinginkannya dengan lebih mudah.

Leave a Comment