Macam Macam Shalat Sunnah yang Dianjurkan Oleh Rasulullah Saw

Macam Macam Shalat Sunnah yang Dianjurkan Oleh Rasulullah Saw

1. Shalat Sunnah Wudhu

Yaitu shalat sunnah dua rakaat yang dilaksanakan sesaat setelah kita melakukan wudhu dan sebelum air wudhu mengering dari anggota wudhu.

Kesunnahan shalat wudhu shalat wudhu ini berdasarkan sabda Nabi SAW berikut:

“Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu menyempurnakan wudhunya, kemudian mendirikan shalat dua rakaat dengan menghadapkan hati dan wajahnya, kecuali surga wajib diberikan kepadanya.” (HR. Muslim)

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa yang berwudhu, lalu mengerjakan shalat dua raka’at tidak lalai (dengan khusyu) dalam keduanya, maka diampuni dosa-dosa yang sudah lewat”. (HR. Abu Dawud).

Waktu pelaksanaan Shalat Sunnah Wudhu yaitu setiap selesai mengerjakan wudhu yang sempurna, lalu membaca do’a setelah wudhu dan baru dilanjutkan megerjakan shalat wudhu.

Apabila jarak antara wudhu sudah terlalu lama dengan shalat maka tidak disunnahkan lagi untuk mengerjakan shalat wudhu.

Adapun beberapa pendapat mengenai batas waktunya yakni:

  1. Pendapat ulama yang pertama mengatakan bahwa batas dari keduanya yaitu selama air wudhunya belum kering.
  2. Pendapat ulama yang kedua mengatakan bahwa selama belum batal wudhunya.
  3. Pendapat ulama yang ketiga mengatakan bahwa selama belum berpaling dari shalat tersebut.

Tata cara shalat sunnah wudhu 

1. Niat

اُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلوُضُوْءِ رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal wudluu’i rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Allaahu akbar.”

Artinya: “Saya berniat shalat sunnat wudhu dua raka’at karena Allah Ta’ala. Allah Maha Besar.”

2. Pada raka’at pertama disunnahkan membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca surat An-Nisa’ ayat ke-64 mulai dari “walau annahum”

وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا

Artinya: “Dan sesungguhnya jikalau mereka ketika Menganiaya dirinyadatang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rosulpun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Alloh Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S. An-Nisa’ : 64)

3. Membaca Istighfar 3 kali dan surah Al-Kafirun

4. Sedangkan pada raka’at kedua, disunnahkan membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca surat An-Nisa’ ayat ke-110.

وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya: “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan Menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Q.S. An-Nisa’ : 110).

5. Membaca Istighfar 3 kali dan membaca surat Al-Ikhlas.

2. Shalat Tahiyatul Masjid

Yaitu shalat sunnah dua rakaat yg dilakukan oleh seseorang disaat masuk ke masjid dan sebelum duduk atau shalat lainnya untuk menghargai masjid.

Dalam hadist yang diriwayatkan Abu Qatadah radhiyallahu’anhu. Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila seseorang diantara kamu masuk masjid, maka janganlah hendak duduk sebelum shalat dua rakaat lebih dahulu” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Yang dikecualikan Mengerjakan Shalat Tahiyatul Masjid yaitu:

1. Khatib jum’at, apabila ia masuk masjid untuk khutbah jum’at, maka tidak disunnahkan untuk shalat dua rakaat.

2. Pengurus masjid yang berulang-kali keluar masuk masjid.

3. Orang yang memasuki masjid ketika imam sudah mulai memimpin shalat berjamaah atau ketika telah dikumandangkan iqamah.

Tata Cara Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid

Shalat sunnah tahiyatul masjid disyariatkan hanya dua raka’at saja, pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah lainnya, hanya berbeda dalam lafaz niatnya saja.

Berikut lafaz niat shalat Tahiyatul Masjid:

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

“Ushalli sunnata tahiyyatal masjidi rak’ataini lillaahi ta’aala. Allaahu akbar.”, 

Artinya: “Saya berniat shalat Tahiyyat Masjid dua raka’at karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”.

Doa Sesudah Shalat Sunnah Tahiyatul Masjid

Allaahumma sholli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shohbihi ajma’in. allaahumma robbanaa aatina fiid dun-yaa ‘adzaaban naari. Walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

Artinya:

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad teriring keluarga, sahabat beliau semuanya. Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat nanti, serta peliharalah kami dari azab neraka. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam”.

3. Shalat Dhuha

Yaitu shalat sunnah yg dilakukan mulai dari waktu setelah matahari meninggi hingga dekat waktu zawal (tergelincirnya matahari ke barat). Banyaknya rakaatnya sekurang-kurangnya 2 maksimum 12.

Dari Anas berkata Rasulullah ‘Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan bikin untuk dia istana disurga’ (H.R. Tarmiji serta Abu Majah).

Waktu Shalat Dhuha dibagi menjadi tiga bagian:

1. Awal waktu setelah matahari terbit dan meninggi hingga setinggi tembok.

2. Akhir waktu yakni dekat dengan waktu zawal saat matahari akan tergelincir ke barat.

3. Waktu terbaik yakni dikerjakan saat diakhir waktu.

Tata Cara Shalat Dhuha

Shalat Dhuha dilakukan dalam satuan 2 kali raka’at untuk satu kali salam. Jumlah raka’atnya ada 4 raka’at dan 8 raka’at, namun ada pula yang mengisahkan hingga sebanyak 12 raka’at, atau tidak ada batasan.

1. Niat

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini illaahi ta’aalaa. 

Artinya:“Saya niat shalat sunnat Dhuha dua raka’at karena Allah Ta’ala.”

2. Membaca doa Iftitah

3. Membaca surat Al-Fatihah

4. Disunnahkan pada raka’at pertama membaca surat Asy-Syam, dan raka’at  kedua membaca surat Al-Lail.

5. Selanjutnya dilakukan dengan gerakan shalat seperti biasa

Doa Sesudah Shalat Dhuha

 

Allahumma innaddhuhaa-a dhuhaa-uka wal bahaa-a bahaa-uka waljamaala jamaaluka wal quwwata quwwaatuka wal qudrata qudratuka wal’ishmata ‘ishmatuka. Allahumma inkaana rizqii fissamaa-i faandzilhu wa inkaana fil ardhi faakhrijhu wa inkaana mu’assaraanfayassirhu wa inkaana haraamawwaquwwatika waqudratika aatinii maa aataita ‘ibaadakasshaalihiin.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya Dhha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran Dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh.”

4. Shalat Rawatib

Yaitu shalat sunnah yg dikerjakan sebelum atau sesudah shalat fardhu. Seluruhnya berjumlah 22 raka’at.

Shalat Rawatib ini dimaksudkan hanya sebagai pelengkap atau penyempurna shalat fardu, oleh karena itu kita tidak diharuskan melaksanakannya.

Berikut macam-macam shalat rawatib:

1. Qabliyah, Yaitu shalat sunnah rawatib yg dilakukan sebelum shalat fardhu.

  • 2 rakaat sebelum shalat subuh
  • 2 rakaat sebelum shalat Dzuhur
  • 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Ashar
  • 2 rakaat sebelum shalat Isya.

2. Ba’diyyah, ialah shalat sunnah rawatib yg dilakukan sehabis shalat fardhu.

  • 2 atau 4 rakaat setelah shalat Dzuhur
  • 2 rakaat setelah shalat Magrib
  • 2 rakaat setelah shalat Isya.

Tata Cara Shalat Rawatib

Cara mengerjakan shalat rawatib sama saja dengan shalat pada biasanya, hanya saja berbeda pada niatnya. Pelaksanaannya pun tidak bersamaan dengan Adzan maupun Iqamah, dan dikerjakan sendiri.

Namun jika kamu sedang melaksanakan shalat sunnah rawatib ini di masjid dan pada saat yang sama iqamah shalat fardhu  sudah di kumandangkan,

Maka sebaiknya kamu menghentikan shalat sunnah tersebut dan segeralah mengikuti shalat fardhu. Sebab kita harus mendahulukan shalat fardhu dibandingkan dengan shalat sunnah.

Berikut ini adalah bacaan niat shalat rawatib qobliyah dan ba’diyah :

  • Bacaan Niat Qobliyah shalat zhuhur:

Ushalli sunnatadh zhuhri rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala.

Artinya: “Saya niat shalat sunnah qabliyyah zhuhur 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • Bacaan Niat Ba’diyah shalat zhuhur:

Ushalli sunnatadh zhuhri rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala.

Artinya: ”Saya niat shalat sunnah ba’diyyah zhuhur 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • Bacaan Niat Qobliyah shalat ashar:

Ushalli sunnatadh ‘ashri rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala.

Artinya: “Saya niat shalat sunnah qabliyyah ashar 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • Bacaan Niat Qobliyah shalat maghrib:

Ushalli sunnatadh maghribi rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya niat shalat sunnah qabliyyah maghrib 2 rakaat, karena Allah Ta’ala”

  • Bacaan Niat Ba’diyah shalat maghrib:

Ushalli sunnatadh maghribi rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala

Artinya: ”Saya niat shalat sunnah ba’diyyah maghrib 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • Bacaan Niat Qobliyah shalat isya:

Ushalli sunnatadh ‘isyaa-i rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala

Artinya: ”Saya niat shalat sunnah qabliyyah isya 2 rakaat karena Allah Ta’ala”

  • Bacaan Niat Ba’diyah shalat isya:

Ushalli sunnatadh ‘isyaa-i rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala

Artinya: ”Saya niat shalat sunnah ba’diyyah isya 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”

  • Bacaan Niat Qobliyah shalat subuh:

Ushalli sunnatadh shubhi rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala

Artinya: ”Saya niat shalat sunnah qabliyyah subuh 2 rakaat karena Allah Ta’ala.”

5. Shalat Tahajud

Yaitu shalat sunnah yang dikerjakan pada saat malam hari atau sepertiga malam setelah terbangun dari tidur dan telah mengerjakan shalat ‘Isya. Shalat Tahajud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.

Waktu pelaksanaan shalat tahajud:

  • Sepertiga malam pertama / awal malam yaitu setelah shalat isya hingga pukul 22.00
  • Sepertiga malam kedua menjadi salah satu waktu terbaik untuk melakukan shalat tahajud, waktunya yaitu pada tengah malam, antara pukul 10 hingga pukul 01.00 dini hari.
  • Sepertiga malam terakhir merupakan waktu yang paling utama apabila dikerjakan pada akhir malam, antara pukul 01.00 dini hari hingga menjelang waktu subuh.

Diterangkan dalam Al-Qur’an. “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji.” (Q.S. Al Isra : 79 )

Tata Cara Shalat Tahajud

Dilakukan sama seperti biasanya mengerjakan shalat. Jumlah raka’atnya minimal 2 raka’at untuk 2 kali salam dan tidak ada batas maksimal bilangan raka’atnya karena dilakukan sebanyak yang mampu kita bisa kerjakan.

1. Niat Shalat Tahajud

اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ  ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatadh tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat shalat sunat tahajud dua raka’at karena Allah Ta’ala.”

2. Membaca takbir (Allaahu akbar) saat takbiratul ihram.

3. Disunnahkan membaca doa iftitah

4. Membaca surat Al-Fatihah, serta diikuti oleh surah pendek.

5. Kemudian lakukan gerakan shalat seperti biasanya sampai salam.

6. Setelah salam disunnahkan membaca wirid, tasbih, tahmid, takbir, sholawat, istigfar sebanyak-banyaknya.

Doa Sesudah Shalat Tahajud

Allaahumma lakal hamdu anta qayyimus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqun, wa qauluka haqqun, wal jannatu haqqun, wannaaru haqqun, wannabiyyuuna haqqun, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wasallama haqqun wassaa’atu haqqun. allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfirlii maa qaddamtu, wa maa akh-khartu, wa maa asrartu, wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqaddimu, wa antal mu’akhkhiru, laa ilaaha illaa anta, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Artinya:

“Wahai Allah, Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penegak dan pengurus langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah penguasa (raja) langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah cahaya langit dan bumi serta makhluk yang ada di dalamnya. Milik-Mu lah segala puji. Engkaulah Yang Hak (benar),janji-Mu lah yang benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataan-Mu benar, surga itu benar (ada), neraka itu benar (ada), para nabi itu benar, Nabi Muhammad saw itu benar, dan hari kiamat itu benar(ada). Wahai Allah! Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dehgan-Mu lah kuhadapi musuhku, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Oleh karena itu ampunilah segala dosaku, yang telah kulakukan dan yang (mungkin) akan kulakukan, yang kurahasiakan dan yang kulakukan secara terang-terangan, dan dosa-dosa lainnya yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Engkaulah Yang Maha Terdahulu dan Engkaulah Yang Maha Terakhir. tak ada Tuhan selain Engkau, dan tak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.”

6. Shalat Istikharah

Yaitu shalat sunnah dua rakaat dengan tujuan untuk memperoleh petunjuk dari allah SWT, terutama dalam keadaan bingung atau ragu-ragu dalam memilih satu keputusan diantara banyak pilihan.

Baiknya dikerjakan dalam waktu seperti shalat Tahajud yaitu pada 2/3 malam paling akhir, karena insyaAllah pada jam tersebut kita bisa akan lebih khusyu.

Tata Cara Shalat Istikharah

1. Niat

أُصَلِّي سُنَّةَ اْلإِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْن لِلَّهِ تَعَال

Ushalli sunnatal istikhaarati rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat shalat sunah istikharah dua raka’at karena Allah Ta’ala.”

2. Takbiratul Ihram

3. Membaca doa Iftitah

4. Membaca surat Al-Fatihah, serta dilanjutkan membaca surat pendek Al-Kafirun untuk raka’at pertama dan Al-Ikhlas untuk raka’at kedua.

5. Salam, Selanjutnya shalat istiqarah dikerjakan sebagaimana gerakan shalat fardhu biasanya sampai dengan salam.

Doa Setelah Shalat Istikharah

thegorbalsla.com

Alloohumma innii astakhiiruka bi’ilmika wa astaqdiruka biqudrotik, wa as-aluka min fadhlikal adhiim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘alaamul ghuyuub.

Alloohumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro khoirun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii faqdurhu lii wayassirhu lii tsumma baariklii fiih.

Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii fashrifhu ‘annii washrifnii ‘anhu waqdur lil khoiro haitsu kaana tsumma ardlinii.

Artinya:

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kekuasaan-Mu (untuk menyelesaikan urusanku) dengan kodrat-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian karunia-Mu yang agung, karena sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedangkan aku tidak berkuasa, Engkau Mahatahu sedangkan aku tidak tahu, dan Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini untukku, dalam agamaku, kehidupanku, dan akibatnya bagiku, maka takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.

7. Shalat Hajat

Yaitu shalat sunnah dua rakaat jika kita memiliki maksud, tujuan, keperluan, dan sangat berharap bahwa apa yang kita inginkan dapat segera dikabulkan oleh Allah SWT. Sekurang-kurangnya 2 rakaat maksimum 12 rakaat dengan salam tiap-tiap 2 rakaat.

Waktu Pelaksanaan Shalat Hajat berbeda dengan shalat sunnah pada umumnya, justru shalat sunnah hajat ini dapat dikerjakan pada setiap saat kita sempat melaksanakannya, boleh siang ataupun malam.

Namun shalat hajat juga memilki waktu mustajab yakni sepertiga malam terakhir atau tepatnya sekitar pukul 01.00 hingga waktu subuh tiba.

Perlu kalian ketahui juga bahwa jangan sampai kita mengerjakan shalat hajat pada waktu-waktu yang dilarang untuk shalat, yaitu seperti saat terbit matahari, saat tengah hari, dan saat terbenamnya matahari.

Tata Cara Shalat Hajat

Shalat Hajad dikerjakan paling sedikit 2 raka’at dan paling banyak hingga 12 raka’at dengan ketentuan satu kali salam setiap 2 raka’at.

Pelaksanaan shalat hajat pada siang hari juga dapat dilakukan dalam 4 raka’at sekaligus dengan 1 kali salam.

1. Niat Shalat Hajat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatal haajati rak’aataini lillaahi ta’aala

Artinya: “Saya berniat shalat sunah hajat dua raka’at karena Allah Ta’ala.”

2. Membaca do’a Iftitah

3. Membaca surat Al-Fatihah, serta dilanjutkan membaca surah yang ada di dalam Al-Qur’an yakni,

membaca surat Al-Ikhlas pada raka’at pertama dan raka’at kedua membaca Surah Al-Baqarah ayat 255 (ayat kursi).

4. Dikerjakan dengan gerakan shalat seperti pada biasa hingga salam.

5. Selesai shalat disunnahkan untuk membaca Istighfar sebanyak 100 x, shalawat Nabi 100 x, dan dilanjutkan dengan doa.

Doa Selesai Mengerjakan Shalat Hajat

Laa ilaha illallohul haliimul kariimu subhaanallohi robbil ‘arsyil ‘azhiim. Alhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. As `aluka muujibaari rohmatika wa ‘azaaima maghfirotika wal ghoniimata ming kulli birri wassalaamata ming kulli itsmin Laa tada’ lii dzamban illa ghofartahu walaa hamman illaa farojtahu walaa haajatan hiya laka ridhon illa qodhoitahaa yaa arhamar roohimiin.

Artinya:

“Tidak ada Tuhan melainkan Allah Yang Maha Lembut dan Maha Penyantun. Maha Suci Allah, Tuhan pemelihara Arsy yang Maha Agung. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Kepada-Mu-lah aku memohon sesuatu yang mewajibkan rahmat-Mu, dan sesuatu yang mendatangkan ampunan-Mu dan memperoleh keuntungan pada tiap-tiap dosa. Janganlah Engkau biarkan dosa daripada diriku, melainkan Engkau ampuni dan tidak ada sesuatu kepentingan, melainkan Engkau beri jalan keluar, dan tidak pula sesuatu hajat yang mendapat kerelaan-Mu, melainkan Engkau kabulkan. Wahai Tuhan Yang Paling Pengasih dan Penyayang.”

Setelah selesai berdoa, lalu kita memohon kepada Allah SWT tentang apa yang sedang kita inginkan atau yang dihajatkan.

8. Shalat Mutlaq

Yaitu shalat sunnah tiada dikarenakan tidak ditetapkan saatnya, jumlah raka’atnya pun tak dibatasi .

Shalat itu satu masalah yg baik, banyak atau sedikitnya (Al Hadis).

Niat shalat Mutlaq:

Ushalli sunnatal rak’ataini lillahi Ta’aalaa

Artinya: “aku tekad shalat sunnah dua rakaat sebab Allah”

9. Shalat Taubat

Yaitu shalat sunnah yang dikerjakan dalam rangka memohon pengampunan dari Allah SWT atas segala dosa maupun kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat.

Shalat Taubat juga sering juga disebut sebagai shalat istigfar atau shalat minta ampun.

Jumlah raka’at Shalat Taubat yaitu dikerjakan dengan jumlah 2 , 4, maupun 6 raka’at.

Seseorang dapat dikatakan benar-benar bertaubat apabila:

1. Dilakukan dengan ikhlas dan bersunguh-sungguh

2. Memiliki rasa penyesalan atas segala dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat.

3. Berjanji baik dalam hati maupun ditunjukan dalam perbuatan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama selama-lamanya.

4. Bertaubat hendaknya dilakukan sebelum ajal menjemput.

Tata Cara Shalat Taubat

1. Niat

أصلي سنة التوبة ركعتين لله تعالي

Ushalli Sunnatat Taubati Rak’ataini Lillaahi Ta’aalaa.

Artinya: “Saya niat Shalat Sunah Taubat dua Raka’at karena Allah Ta’ala.”

2. Mengucap Takbiratul ihrom bersamaan dengan niat dalam hati

3. Membaca do’a iftitah

4. Membaca surat Al-Fatihah dan surat dalam Al-Qur’an

5. Dilanjutkan seperti gerakan shalat seperti pada biasa hingga salam.

Doa Selesai Mengerjakan Shalat Taubat

 

10. Shalat Tasbih

Yaitu shalat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW.  Shalat Tasbih ini jika mampu bisa dilakukan setiap hari, seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali, bahkan sekali dalam seumur hidup.

Shalat Sunnah Tasbih dilakukan dengan 4 raka’at, pada siang hari dengan satu kali salam, sedangkan pada malam hari 2 x shalat dengan masing-masing 2 raka’at, dengan tasbih sebanyak 75 x di setiap raka’atnya.

Jadi jumlah bacaan tasbih keseluruhan dalam shalat tasbih 4 raka’at tersebut yakni 300x tasbih.

Niat Shalat Tasbih:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan tasbihi raka’ataini lilllahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat shalat sunnah tasbih dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Secara umum shalat tasbih sama seperti tata cara shalat yang lainnya, hanya saja pada shalat tasbih memiliki bacaan tasbih yaitu,

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah wal hamdu lillahi walaa ilaaha illallahu wallahu akbar

Artinya : “Maha suci Allah yg Maha Esa. Semua puji buat Akkah, Dzat yg Maha Agung”.

Banyaknya lafadz tasbih yg dibaca pada tiap-tiap rakaatnya sebanyak 75 kali dengan perincian sebagai berikut:

1. Membaca surat Al Fatihah dan surah sebelum ruku’ sebanyak 15 kali.

2. Sesudah membaca do’a ruku’ dibaca lagi sebanyak 10 kali.

3. Saat bangun dari ruku’ dan sesudah bacaan i’tidal dibaca sebanyak 10 kali.

4. Saat sujud pertama sesudah membaca doa sujud dibaca sebanyak 10 kali.

5. Saat duduk diantara 2 sujud sesudah membaca bacaan antara dua sujud dibaca sebnayak 10 kali.

6. Saat sujud kedua sesudah membaca doa sujud dibaca lagi sebanyak 10 kali.

7. Saat bangun dari sujud yang kedua sebelum bangkit dibaca lagi sebnyak 10 kali selanjutnya berdiri lagi untuk raka’at yang kedua.

Doa Selesai Mengerjakan Shalat Tasbih

11. Shalat Tarawih

Yaitu shalat sunnah yang hanya ada pada bulan Ramadhan. Hukum shalat tarawih adalah sunnah (dianjurkan), dan tidak wajib. Waktu pelaksanaan shalat tarawih yaitu mulai setelah shalat isya sampai terbitnya fajar (masuk shalat subuh)

Jumlah rakaat shalat tarawih yaitu 20 rakaat (ditambah 3 rakaat sunnah witir), ada juga yang mengerjakannya sebanyak 8 raka’at (ditambah raka’at sunnah witir.

Bahkan Imam Malik memilih sebanyak 36 raka’at, sebagaimana penduduk Madinah mengerjakannya.

Menegenai bilangan rakaatnya di sebutkan dalam hadis.

“Yang dilakukan oleh Rasulullah saw, baik pada bulan ramadhan atau yang lain tak lebih dari sebelas rakaat’ (H.R. Bukhari).

Dari Jabir ‘Sesungguhnya Nabi saw sudah shallat saling bersama mereka delapan rakaat, lantas beliau shalat witir.” (H.R. Ibnu Hiban)

Cara pelaksanaan shalat tarawih sama dengan cara pelaksanaan shalat fardhu lainnya, baik bacaan maupun gerakannya. Yang membedakannya hanya pada niatnya saja.

Niat Shalat Terawih :

اُصَلِّىْ سُنَّةَالتَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًالِلهَ تَعَالَى.

Ushalli sunnatan Taraawiihi rak’ataini (makmuman) lillahi ta’aallaa

Artinya : “Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat sebagai (makmum) karena Allah Ta’ala”.

12. Shalat Witir

Yaitu shalat yang dikerjakan pada malam hari yang rakaatnya ganjil. Hukum shalat witir adalah sunnah mu’akkad. Jumlah bilangan shalat witir yaitu ganjil 1, 3, 5, 7, 9, atau 11 rakaat. Jadi paling sedikit 1 rakaat dan paling banyak 11 rakaat.

Dari Aisyah : “Adalah nabi saw. Shalat sebelas rakaat di antara shalat isya’ serta muncul fajar. Beliau memberikan salam tiap-tiap dua rakaatdan yg penghabisan satu rakaat” (H.R. Bukhari serta Muslim).

Dari Abu Aiyub, berkata Rasulullah “Witir itu hak, karena itu siapa yang menyukai kerjakan lima, kerjakanlah. Siapa yang menyukai kerjakan tiga, kerjakanlah. Serta siapa yang menyukai satu karena itu kerjakanlah” (H.R. Abu Daud serta Nasai).

Niat Shalat Witir

اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَةً  ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’aalaa

Artinya : “Saya niat shalat sunnah witir dua rakaat karena Allah Ta’ala”

Doa Selesai Mengerjakan Shalat Witir

 

13. Shalat Hari Raya

Yaitu shalat Idul Fitri pada 1 Syawal serta Idul Adha pada 10 Dzulhijah. Hukumnya sunnah mu’akad (sunnah yang sangat dianjurkan), maka yang tidak ikut shalat ied tidak akan berdosa.

“Sesungguhnya kami sudah memberikan engkau (yaa Muhammad) akan kebajikan yg banyak, maka itu shalatlah engkau serta berqurbanlah sebab Tuhanmu  pada Idul Adha – ‘(Q.S. Al Kautsar.1-2)

Dari Ibnu Umar ‘Rasulullah, Abu Bakar, Umar sempat kerjakan shalat pada dua hari raya sebelum berkhutbah.’(H.R. Jama’ah).

Niat Shalat Idul Fitri

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal li’iidil fitri rak’ataini (makmumam) lillahita’aalaa

Artinya : “Saya niat shalat idul fitri dua rakaat sebagai (makmum) karena Allah Ta’ala”

Niat Shalat Idul Adha :

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِالْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal li’iidil Adha rak’ataini (makmumam) lillahita’aalaa

Artinya: “saya niat shalat idul adha dua rakaat sebagai (makmum) karena Allah Ta’ala”

Waktu shalat hari raya yaitu dimulai dari matahari setinggi tombak sampai waktu zawal ( matahari bergeser ke barat).

Syarat, rukun, dan sunnahnya pun sama seperti shalat lainnya. Hanya ditambah beberapa sunnah seperti berikut:

1. Mandi dan mensucikan diri

2. Memakai pakaian terbaik dan yang lebih disukai.

3. Dianjurkan untuk makan dipagi hari sebelum melaksnakan shalat ied. Berbeda dengan idul adha kita tidak dianjurkan untuk makan sebelum shalat ied adha.

4. Berjalan kaki dan menempuh jalan yang berlainan. Maksudnya yaitu saat pergi dan pulang shalat ied hendaknya kita melewati jalan yang berbeda.

5. Memperbanyak melafalkan takbir (takbiran)

  • Melantunkan takbir saat idul firti dimulai sejak terbenamnya matahari pada akhir ramadhan sampai dilaksanakannya sholat ied.
  • Melantunkan takbir saat idul adha dimulai sejak subuh (hari arafah tanggal 9 dzulhijjah) sampai waktu ashar (hari tasyriq yang berakhir pada tanggal 13 dzulhijjah) dan disunatkan bertakbir pada setiap habis selesai shalat fardhuTakbir yang disunahkan pada setiap selesai shalat disebut takbir muqayyad. Sedangkan takbir yang disunahkan tidak pada setiap shalat disebut takbir mursal.

6. Berjamaah

7. Pada rakaat pertama takbir sebnyak 7 kali, dan 5 kali pada rakaat kedua

8. Mengangkat tangan setinggi pundak pada tiap takbir.

9. Membaca tasbih setelah takbir yang kedua hingga takbir yang terakhir.

10. Pada rakaat pertama membaca surah Qaf dan surah Al-Qamar pada rakaat kedua.

Atau bisa juga membaca surat A’la dirakaat pertama dan surat Al Ghasiyah pada rakaat kedua.

11. Imam menyaringkan bacaannya.

12. Khutbah kedua kali sehabis shalat sama seperti khutbah jum’at

13. Pada khutbah Idul Fitri menjelaskan tentang zakat fitrah dan pada khutbah Idul

Adha tentang hukum Qurban.

14. Shalat Khusuf/Gerhana

Yaitu shalat sunnah yang dikerjakan pada saat terjadi gerhana bulan atau matahari. minimal dua rakaat.

Tata Cara Shalat Khusuf :

  • Shalat 2 rakaat dengan 4x ruku’ yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku’ dan i’tidal baca fatihah lagi kemudian ruku’ dan i’tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat ke-2.
  • Disunatkan baca surat yang panjang, sedang membacanya pada waktu gerhana bulan harus nyaring, sedangkan pada gerhana matahari sebaliknya.

a. Shalat 2 rakaat dengan 4 kali ruku’ yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku’ serta I’tidal membaca al fatihah lagi, kemudian ruku’dan I’tidal kembali setelah itu sujud sama seperti biasanya. Begitu juga pada rakaat ke 2.

b. Disunnahkan membaca surah panjang, pada saat gerhana bulan membacanya harus nyaring dan sebaliknya pada saat gerhana matahari membacanya harus dengan lambat.

Baca’an niat shalat gerhana matahari:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatan Likusuufis Syamsi Roka’taini Lillahitaa’ala

Artinya : “Aku niat mengerjakan sholat sunnat Gerhana Matahari dua raka’at karena Allah ta’ala.”.

Baca’an niat shalat gerhana Bulan:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Usholli Sunnatan Likhusuufil Qomari Roka’taini Lillahitaa’ala

Artinya : “Saya niat mengerjakan sholat sunnat Gerhana Bulan dua raka’at karena Allah Ta’ala.”.

15. Shalat Istiqa’

Yaitu shalat sunnah yang dikerjakan untuk memohon minta hujan kepada Allah SWT.

Niatnya:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ (……..) لِلَّهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal Istisqaa-I rak’ataini (imamam/makmumam) lillahita’aalaa

Artinya : “Saya niat shalat istisqaa dua rakaat (imam/makmum) karena Allah Ta’ala”

Syarat-syarat mengerjakan Shalat Istisqa’ :

1. Tiga hari sebelumnya hendaknya ulama memerintah umatnya untuk bertaubat dengan cara berpusa dan meninggalkan segala kedzaliman serta memberi anjuran untuk slalu beramal shaleh.

Sebab menumpuknya dosa itu dapat menimbulkan hilangnya rezeki serta datangnya murka Allah SWT.

Apabila kami akan melenyapkan satu negeri, karena itu terlebih dulu kami memperbanyak beberapa orang yg fasik, dikarenakan kefasikannyalah mereka disiksa, lantas kami robohkan (leburkan) negeri mereka sehancur-hancurnya’(Q.S. Al Isra’ : 16).

2. Pada hari ke-4 semua masyarakat termasuk juga yang lemah dianjurkan untuk pergi kelapangan dengan pakaian sederhana serta tanpa memakai parfum untuk shalat Istisqa’.

3. Setelah selesai shalat diselenggarakan khutbah kedua kalinya. Pada khutbah pertama hedaknya membaca istigfar 9x dan pada khutbah ke dua 7x.

Pelaksanaan khutbah istisqa’ berbeda dengan khutbah yang lain, yakni :

a. Khatib disunanahkan memakai selendang.

b. Isi khutbah menganjurkan untuk memperbanyak beristigfar, serta berkeyakinan bahwa Allah SWT akan mengabulkan permohonan mereka.

c. Saat berdo’a hendaknya mengangkat tangan setinggi-tingginya.

Saat berdo’a pada khutbah yang ke dua, khatib hendaknya menghadap kiblat dan membelakangi makmumnya.

Doa Selesai Mengerjakan Shalat Istisqa’

Demikianlah penjelasan kami mengenai macam-macam shalat sunnah. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita. Jangan lupa shere artikel ini agar bermanfaat bagi yang lainnya juga. Terimaksih.

Leave a Comment