Inilah 20+ Makanan Khas Sumatera Utara yang Wajib Kamu Coba!

Inilah 20+ Makanan Khas Sumatera Utara yang Wajib Kamu Coba!

Dekke Na Niura

Dekke Na Niura – via: tripelaketoba.com

Makanan khas Sumatera Utara yang pertama yaitu Dekke Na Niura atau Ikan Mas Na Niura. Dekke Na Niura merupakan olahan berupa ikan mas yang diberi bumbu dan asam, kemudian dibiarkan menjadi lunak tanpa dimasak. Proses ini supaya memungkinkan bakteri asam laktat berkembang, contoh dari bakteri ini adalah Lactobacillus dan Bifidobacterium yang juga merupakan sumber probiotik.

Anyang Pakis

Anyang Pakis – via: telusurindonesia.co

Makanan khas Sumatera Utara selanjutnya yaitu anyang pakis. Makanan ini terbuat dari tanaman pakis yang kemudian diberi bumbu tambahan berupa kelapa hasil penyangraian.

Tampilan anyang pakis ini sekilas mirip dengan urapan, namun pada penggunaan kelapa sangrainya lebih mirip dengan serundeng. Bumbu yang digunakan pada masakan ini juga sangatlah mirip yaitu menngunakan daun jeruk, bawang merah, ketumbar, dan serai.

Proses pembuatannya sangatlah gampang yaitu rempah-rempah seperti daun jeruk dan lain sebagainya dihaluskan dahulu kemudian disangrai bersama parutan kelapa dan pakis tadi. Namun, pakis harus dikukus terlebih dahulu.

Bika Ambon

Bika Ambon – via: id.tastemade.com

Bika Ambon merupakan makanan khas dari Sumatera Utara sejenis kue yang terbuat dari adonan berupa tepung, santan, gula, dan kuning telur. Namun, itu akan difermentasi dengan menambahkan air ke getah. Bika ambon biasanya dijual dengan rasa pandan, meskipun sekarang ada rasa lain seperti durian, keju, dan cokelat.

Penggunaan air nira kelapa inilah yang membuatnya berbeda dan menjadi produk baru khas dari ibukota Sumatera Utara.

Kue Ombus-ombus

Bika Ambon – via: masakanpraktisrumahan.com

Makanan khas Sumatera Utara selanjutnya yang tidak boleh terlewatkan adalah kue ombus-ombus. Kue ini terbuat dari olahan berupa tepung yang diberi gula dibagian tengahnya dan kemudian dibungkus dengan daun pisang. Konon  katanya ketika akan memakan makanan ini, diharuskan menghembuskan nafas lebih dahulu.

Ombus-ombus merupakan kue khas dari Siborongborong, yaitu sebuah kota kecil yang terletak di Kabupaten Tapanuli Utara. Kue ini sendiri ternyata sudah melegenda sampai-sampai diabadikan sebagai lagu daerah populer di daerah tersebut.

Kue tradisional khas Batak ini sudah melekat dalam keseharian masyarakat setempat. Perpaduan rasa yang legit dan lezat pastinya akan membuat Anda merasa ketagihan. Kue yang satu ini juga sangat enak di makan ketika masih dalam keadaan hangat apalagi bila disantap bersama secangkir teh dan kopi panas.

Lemang

Lemang – via: pariwisatasumut.net

Lemang merupakan makanan khas Sumatera Utara yang terbuat dari beras ketan yang telah dicampur dengan santan dan proses pemasakan menggunakan perantara bambu. Biasanya, sebelum dimasukkan ke bambu, nasi ketan ini dibungkus terlebih dahulu dengan daun pisang.

Yang membuat unik dalam proses memasak lemang ini yaitu cara membakarnya.pada saat proses pembakaran, bambu ini akan dibakar dengan posisi tegak ke arah bara api. Setelah matang, lemang disajikan dan dapat dimakan atau ditambahkan ke hidangan lain. Setelah matang lemang disajikan dan bisa langsung dimakan atau diberi tambahan lauk.

Kebanyakan orang sering mengonsumsi Lemang dengan cara memberi tambahan isian bercita rasa manis seperti kinca, serikaya, dan selai. Bahkan, ada juga yang menambahkan rendang, telur, serta lauk pauk lain, bahkan bisa dikonsumsi bersama buah seperti durian. Rasa lemang yang original adalah rasa asin gurih karena ada santan yang merasuk ke beras ketan.

Sayur Gurih Tauco

Sayur Gurih Tauco – via: detikFood

Makanan khas Sumatera Utara selanjutnya yaitu sayur gurih tauco dari Medan. Sayur ini mempunyai kuah yang terbuat dari santan kemudian di dalamnya terdapat udang dan daging sapi yang dibumbui dengan bumbu tauco.

Pada umumnya adanya tauco dalam sayur inilah yang akan membuat berbeda dengan sayur gurih lainnya. Tak hanya itu, penambahan pada sayur tauco ini juga menghasilkan rasa kuah yang berbeda dari lainnya serta mempunyai aroma yang khas. Keberadaan tauco yang dihasilkan dari fermentasi akan menghasilkan rasa pedas dan enak yang menyelimutinya.

Rempah yang digunakan dalam pembuatan sayur gurih tauco ini adalah bawang putih dan bawang merah yang dipotong terlebih dahulu lalu ditumis, selanjutnya baru dimasukkan cabai giling, cabai hijau, cabai merah, serai, lengkuas, dan jahe./

Sayur Daun Ubi Tumbuk

Sayur Daun Ubi Tumbuk – via: sportourism.id

Makanan khas Sumatera Utara yang satu ini sudah menjadi favorit orang batak. Makanan ini dikenal dengan sayur daun ubi tumbuk.

Daun ubi sebenarnya adalah sayuran singkong yang dimasak dengan santan. Bedanya dengan sayuran lain adalah, jika daun ubi khas batak ini, daunnya ditumbuk lalu di dalamnya

Daun ubi sebenernya sayur singkong yang dimasak dengan santan, bedanya dari sayur yg lain yaitu kalau khas batak ini daunnya di tumbuk, terus didalamnya terdapat bunga kecombrang, teri medan dan semacam tekokak atau semacamnya. Sayur ini biasanya akan lebih enak lagi apabila jika dimakan bersamaan dengan ikan asin.

Untuk membuat makanan ini cukup mudah, hanya membutuhkan bahan daun singkong dan diutamakan daun yang dipilih yaitu daun yang masih muda ya. terakhir yaitu olahan bumbu halus dari cabai merah, bawang merah, kunyit, dan bawang putih aja.

Mie Gomak

Sayur Daun Ubi Tumbuk – via: tokopedia.com

Mie Gomak merupakan olahan mie yang berasal dari Batak Toba dengan bahan utama pembuatannya yaitu Mie Lidi. Alasan penamaan pada mie Gomak yaitu karena dulunya mie ini dibuat dengan cara digengam menggunakan tangan.

Mie ini umumnya disajikan dengan dua variasi penyajian, yaitu basah dengan ciri khasnya yang memiliki kuah yang gurih dan goreng yang dibuat dengan cara digoreng.

Biasanya setelah direbus mie lidi akan diberi kuah saus kaldu ayam, dibumbui dan dihiasi dengan sayuran. Mie Gomak juga memiliki rasa pedas dan ada tambahan bumbu andaliman yang semakin mempertegas rasa pedasnya.

Kue Putu Bambu

Kue Putu Bambu – via: cangkruk.id

Salah satu makanan khas di Sumatera Utara selanjutnya yaitu kue putu bambu yang terkenal dengan suara uniknya. Makanan ini terbuat dari tepung beras yang kemudian diisi dengan gula merah serta aroma pandan yang sangat khas. Dari segi rasa kue putu ini sangat manis dan lengit serta gula merahnya akan meleleh di mulut.

Untuk membuat makanan khas Sumatera Utara satu ini cukup unik karena hanya membutuhkan cetakan bambu berbentuk uap. Nantinya, bambu akan diisi dengan tepung beras, kelapa dan gula merah serta bisa menimbulkan suara tuuut dari uapnya.

Bubur Pedas

Bubur Pedas – via: pontianak.tribunnews.com

Bubur pedas merupakan makanan khas dari Sumatera Utara selanjutnya. Biasanya, masyarakat Medan menjadikan bubur pedas sebagai salah satu menu buka puasa wajib. Bahan utama yang digunakan untuk pembuatan bubur pedas ini yaitu beras yang kemudian diberi daging dan sayur serta rempah-rempah yang cukup banyak, tak terkecuali cabai sehingga membuatnya memiliki rasa pedas, namun tetap lembut di mulut.

Kebanyakan bubur pedas hanya ada ketika pada saat bulan Ramadhan saja. Bubur pedas ini sama halnya dengan bubur-bubur lainnya, hanya saja rasanya yang pedas menjadi nilai lebih dan menjadi khasnya. Tidak hanya daging dan sayurnya, bubur pedas juga dihiasi dengan menu anyang, yaitu sayuran berupa pakis dan toge.

Arsik

Arsik – via: dentistvschef.wordpress.com

Di Sumatera Utara lebih tepatnya di daerah kawasan Tapanuli, terdapat makanan yang dikenal dengan nama arsik atau sering di sebut juga dengan nama ikan mas bumbu kuning.  Arsik adalah salah satu hidangan dasar ikan mas yang, dalam persiapannya, tidak dibuang sisiknya. Rempah-rempah yang dihaluskan dilapisi pada tubuh ikan selama beberapa saat.

Bumbu arsik sangat khas, mengandung beberapa komponen yang khas dari wilayah pegunungan Sumatera Utara, seperti andaliman dan asam cikala (buah kecombrang), selain bumbu khas Nusantara yang umum, seperti lengkuas dan serai. Bumbu-bumbu yang dihaluskan dilumuri pada tubuh ikan beberapa saat. Ikan kemudian dimasak dengan sedikit minyak dan api kecil hingga agak mengering.

Naniura

Naniura – via: id.tastemade.com

Jika di Jepang ada yang namanya sashimi, yaitu ikan mentah yang bisa langsung dimakan, sedangkan di Sumatera Utara ada makanan yang mirip dengan sashimi yaitu naniura. Naniura merupakan makanan dari ikan mas yang diasami.

Ternyata, makanan asli Sumatera Utara ini dulunya merupakan makanan untuk para raja dan bangsawan, salah satu pengonsumsinya yaitu Raja Sisingamangaraja. Bahkan orang yang memasaknya haruslah para koki kerajaan yang memang sudah ahli.

Kini makanan tersebut sudah bisa dikonsumsi khalayak ramai dan bisa dibuat siapa saja. Rasa dari ikan ini akan terasa sangat ketir di mulut, sehingga masyarakat sering mengonsumsi dengan tuak atau air nira bisa juga dengan minuman bersoda.

Manuk Napinadar

Manuk Napinadar – via: Seratus.id

Manuk napinadar merupakan nama makanan yang mungkin masih terdengar asing di telinga para pecinta kuliner, karena makanan ini jarang dijual di warung atau restoran. Bahkan di daerah asalnya Sumatera Utara, manuk napinadar ini hanya disajikan di acara-acara tradisional atau khusus.

Makanan yang disebut Napinadar ini dibuat dari ayam kampung yang disajikan dengan bumbu dan saus spesial. Manuk napinadar mempunyai satu bumbu yang membuatnya berbeda dengan olahan lain yang serupa, yaitu andaliman. Meskipun pada umumnya manuk napinadar ini terlihat sama seperti ayam panggang.

Bahan-bahan untuk membuat bumbu masakan manuk napinadar ini berupa cabai merah atau cabai rawit, kemiri, kencur, bawang merah, bawang putih, asam, jahe, dan tak lupa andaliman. Semua rempah tersebut harus dihaluskan terlebih dahulu sebelum disiramkan di atas ayam kampung yang telah dipanggang.

Natinombur

Natinombur – via: tourtoba.com

Natinombur merupakan makanan khas Sumatera Utara yang terbuat dari olahan dari ikan yang disiramkan bumbu di atasnya.

Makanan ini dibuat dengan cara membakar atau menggoreng ikan terlebih dahulu baru diberi bumbu hasil tumisan. Sedangkan untuk tambahan rempahnya seperti bawang merah, kemiri, jeruk nipis, andaliman, dan jahe./

Nama Manuk Napinadar mungkin terdengar asing di telinga pecinta kuliner atau masyarkat umum. Sebab makanan ini memang jarang dijual di warung-warung atau rumah makan. Bahkan di daerah asalnya, Sumatera Utara, manuk napinadar ini hanya disajikan ketika ada acara adat atau khusus.

Makanan bernama Napinadar ini merupakan olahan dari ayam kampung goreng atau panggang yang tersaji bersama bumbu dan sambalnya yang khas. Meskipun terlihat seperti ayam panggang pada umumnya, namun Napinadar ini memiliki satu bumbu yang membuatnya berbeda dengan olahan lain yang serupa, yaitu Andaliman.

Kolak Durian

Kolak Durian – via: cookpad.com

Jika biasanya kolak terbuat dari ubi atau pisang, di Medan ada yang namanya kolak durian yang dibuat dari daging durian asli. Penggunaan durian sendiri bertujuan untuk meningkatkan nilai jual durian dan memanfaatkannya. Karena durian di Medan cukup melimpah.

Satu porsi kolak durian tidak hanya berisi durian dengan airnya saja. Namun, ada tambahan lain berupa kolak pisang kepok, jagung manis rebus, gula aren, ketan putih hasil kukusan, dan juga tambahan kuah berupa santan.

Kolak ini rasanya sangat manis di mulut karena jagung, pisang, dan durian adalah olahan yang punya rasa manis. Belum lagi adanya gula aren yang membuat rasa manis kolak ini semakin bertambah kuat.

Sate Kerang

Sate Kerang – via: Jualo.com

Di Medan Sumatera Utara ada makanan yang namanya sate kerang yang memakai kerang sebagai bahan utamanya. Jika dibandingkan dengan sate lainnya, sate ini memang tak banyak perbedaan, karena letak perbedaannya hanya dari dagingnya saja. Kerang-kerang tersebut akan ditusukkan dalam tusukkan tiga hingga empat cangkang.

Dengan rasa yang begitu berbeda dengan sate kebanyakan, rasa sate kerang ini adalah pilihan yang tepat. Jadi bagi kamu yang berkunjung ke Sumatera Utara, akan terasa sangat kurang lengkap jika tidak mencicipi makanan yang satu ini.

Sambal Tuktuk

Sambal Tuktuk – via: telusurindonesia.co

Kuliner sambal memang banyak sekali, salah satu kuliner sambal yang bisa kita cicipi adalah kuliner sambal dari daerah Tapanuli. Kuliner sambal ini adalah Sambal Tuktuk. Namanya memang sedikit lucu Sambal Tuktuk, namun rasa dari sambal ini tentu saja sangat luar biasa sekali.

Sambal Tuktuk adalah makanan khas tradisional Batak, yang berasal dari Tapanuli. Sebenarnya bahan-bahan untuk membuat sambal tuktuk tidak berbeda dengan bahan sambal-sambal lainnya, sederhana saja. Yang membuat sambal ini sedikit lebih berbeda dengan sambal yang lain adalah andalimannya. Di daerah asalnya, sambal tuktuk dicampur dengan ikan aso-aso (sejenis ikan kembung yang sudah dikeringkan), tapi jika tidak menemukan ikan aso-aso bisa diganti dengan ikan teri tawar

Dali ni Horbo

Dali ni Horbo – via: sukita.info

Makanan khas Sumatera Utara selanjutnya ini adalah olahan dari susu Kerbau yang dimasak sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk susu yang menggumpal seperti keju. Jika keju dibuat menggunakan bakteri atau enzim tertentu, berbeda dengan Dali Ni Horbo ini yaitu dibuat dengan cara tradisional tanpa bantuan bahan kimia.

Makanan yang terkenal dengan sebutan Keju Batak ini juga sering disebut dengan Bagot Ni Horbo. Penggunaan susu kerbau ini juga tidak asal-asalan, sebab yang akan diambil hanya dari induk kerbau yang baru melahirkan anak yang masih umur 1 bulan. Begitu pula dengan proses memerahnya yang hanya dilakukan di pagi hari.

Semua itu dilakukan untuk menghasilkan makanan yang berkualitas.

Itak Gurgur Atau Itak pohul-pohul

Itak Gurgur Atau Itak pohul-pohul – via: tradisionalindonesiafood.blogspot.com

Itak gurgur terbuat dari bahan yang sama dengan lampet yaitu beras yang telah dihaluskan secara tradisional. Rasa yang dihasilkan dari itak ini yaitu perpaduan antara manis dan gurih. Namun, cara pembuatan makanan khas Sumatera Utara yang satu ini sangatlah sederhana yaitu dengan mengandon itak, kelapa muda yang diparut, gula pasir, dan sedikit air panas.

Setelah dicampur hingga rata, adonan ini dicetak secara manual dengan tangan sendiri. Kata gurgur ini diartikan sebagai membara. Pemberi makanan ini berharap pada si pemakan bisa mempunyai semangat yang membara-bara.

Saksang

Saksang – via: sumber.com

Saksang merupakan salah satu menu makanan khas Sumatera Utara yang non halal. Makanan ini terbuat dari daging babi (atau daging anjing) yang telah dicampur dengan menggunakan darah, dan berbagai rempah -rempah (termasuk jeruk purut dan daun salam, ketumbar, bawang merah, bawang putih, cabai, merica, serai, jahe, lengkuas, kunyit dan andaliman).

Biasanya untuk yang tidak terbiasa dengn olahan makanan seperti ini pasti terdengar sangat menjijikkan. Tapi inilah uniknya kuliner Indonesia, bagi sebagian orang menjijikkan tapi bagi yang lain sungguh nikmat rasanya.

Makanan saksang ini sudah menjadi makanan wajib dalam acara adat pernikahan Batak. Sekarang di berbagai acara pesta adat di Sumatera Utara hampir selalu ada meja terpisah yang menyajikan “masakan nasional” artinya hanya dimasak dengan memperhatikan asas kehalalannya saja. Sebab itulah saksang sapi dan saksang ayam pun sekarang  semakin populer.

Bihun Bebek

Bihun Bebek

Soto Udang

Soto Udang – via: sajiansedap.grid.id

Kacang Sihobuk

Saksang – via: omiyago.com

Sasagun

Saksang – via: tradisionalindonesiafood.blogspot.com

Leave a Comment