Contoh tidak Kalimat Langsung

Yuk Simak Perbedaan Pengertian, Ciri-Ciri Dan Contoh Kalimat Langsung / Tidak Langsung

Anda pasti sudah tidak asing dengan kalimat langsung dan tidak langsung. Semua itu karena tanpa anda sadari anda telah menggunakannya di dalam kegiatan sehari-hari untuk berkomunikasi dengan orang lain. Namun jika dihadapkan dengan pertanyaan apa itu kalimat langsung / tidak langsung? Bagaimana contoh kalimat langsung / tidak langsung? Mungkin anda akan kesulitan menjelaskannya.

Karena itu, di dalam artikel ini, akan dijelaskan ulasan mengenai pengertian dan ciri-ciri dari kedua kalimat tersebut. Begitu juga dengan contoh yang bisa ditemukan. Agar anda tidak lagi kebingungan dan juga tidak lagi kesulitan dalam menjelaskan tentang kalimat langsung dan tidak langsung, silahkan melanjutkan membaca artikel ini.

Beberapa Contoh Kalimat Langsung yang Benar

Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

  • “Di mana nenek saya tinggal?” Andre bertanya
  • “Siapa yang bersalah atas bom bunuh diri di Surabaya?” Tanya wartawan itu kepada kepala polisi nasional.
  • Aku akan datang malam ini, kata Hamid
  • Aku akan pulang dari sekolah nanti, eh? Kata Herman.
  • Aku belum siap! Kata Mira dari kamarnya. “Tunggu sebentar.”
  • Aku benar-benar kelelahan hari ini, banyak pekerjaan di kantor. Dia memberi tahu ibunya ketika dia pulang kerja.
  • Ali berkata: “Saya akan berangkat ke Bali besok pagi.”
  • Apakah kamu mengerti hal ini? Jono bertanya
  • Apakah tubuhmu masih menyakiti semua orang? Tanya ayahnya
  • Ayah berkata, “Di mana mobil paman yang dipinjam?”
  • Ayah berkata, “Kamu harus belajar keras!”
  • Ayah berkata, “Malam ini kamu harus belajar!”
  • Ayah berkata: “Aku akan pergi ke rumah nenekku selama beberapa hari”.
  • Ayah saya memerintahkan, “kirimkan surat ini ke kantor pos”.
  • Ayo, masuk mobil satu per satu! Seorang polisi menembak ke 4 pencuri yang tertangkap basah.
  • Belikan aku sepeda baru! Ibuku bertanya.
  • Bibi bertanya, “Kapan kamu bermain di rumah bibimu di Solo?”
  • Bibi, kamu dipanggil seorang ibu! Lilis berkata, “katanya untuk dimakan.”
  • Dhani berkata: “Cobalah membantuku membersihkan kelas”.
  • Ida berkata, “Saudaraku berhasil menjadi yang pertama di sekolahnya!”
  • Ikatan batin antara ibu dan anak. Dia berkata: “Ini adalah berkah dari Tuhan yang tidak pernah berharga”.
  • Kakek Basir berkata, “Aku ingin memiliki kebun buahku!”
  • Kamu benar-benar anak yang baik. Kakek berkata untuk menari
  • Kapan Anda akan mengembalikan buku bahasa Inggris saya? Dia menanyakan kebenaran kepada Arsya.
  • Kepala sekolah menunjukkan: “Yang penting adalah kita tidak maju, tetapi bagaimana kita bisa mencapai kemajuan itu!”
  • Lisa berkata, “Aku akan ke rumahmu di sore hari.”
  • Nina berkata: “Mampir sebentar ke rumahku!”
  • Presiden kelompok berkata, “Terima kasih atas sambutan Anda kepada kami pada kunjungan ketiga.”
  • Sang ibu berkata, “Kamu dicari oleh Iwan dan Adit.”
  • Sang kakek berkata: “Pulanglah sesegera mungkin, karena sebentar lagi akan hujan deras”.
  • Sang nenek berkata: “Anis tidak hanya bermain, kamu juga harus belajar!”
  • Sang nenek berkata: “Ini sepeda yang hebat”
  • Saudara berkata, “Apa maksudmu?”

Pengertian dan ciri-ciri kalimat langsung

Kalimat langsung adalah jenis kalimat yang menirukan ucapan atau ujaran seseorang, dan dituliskan atau dikutip persis seperti apa yang dikatakan tanpa ada penambahan atau pengurangan kata. Kalimat ini dikutip dari percakapan secara langsung. Atau bisa juga dari percakapan orang lain yang anda dengar secara langsung. Yang kemudian dilanjutkan atau anda sampaikan persis dengan sumber awal yang didapat.

Biasanya kalimat langsung ini bisa digunakan untuk menyampaikan berbagai permasalahan atau kejadian, yang kemudian disampaikan dengan bahasa langsung. Dengan menggunakan kalimat langsung maka informasi yang diberikan adalah asli sesuai dangan yang didapatkan oleh sumber. Begitu pula dengan nada atau intonasi yang digunakan, sama dengan sumber informasi tersebut.

Jika berbicara tentang ciri-cirinya, kalimat langsung memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan. Ciri-ciri yang sangat signifikan adalah penggunaan tanda petik. Terutama pada kalimat langsung kalimat petikan harus menggunakan 2 tanda petik, satu di depan dan satu di belakang. Kalimat di dalam petikan harus diawali dengan huruf kapital. Kalimat petikan dan pengiring bisa dipisahkan dengan tanda baca koma.

Dalam membaca naskah kalimat petikan atau kalimat langsung, nada membaca harus sedikit ditekan. Jika menulis kalimat langsung yang berurutan, penulisan perlu menggunakan tanda baca titik dua (:) di bagian depan kalimat langsung. Contoh kalimat langsung adalah: Ibu mengatakan, “Jangan lupa makan siang.”

Aturan penulisan dan contoh penulisan kalimat langsung

Mungkin di dalam percakapan anda tidak perlu berpikir susah tentang aturan tentang kalimat langsung. Anda hanya perlu menyampaikan informasi secara benar dan akurat tanpa ada pengurangan atau penambahan kata. Namun, berbeda lagi jika berkaitan dengan penulisan kalimat langsung. Banyak hal yang perlu anda perhatikan. Mulai dari tanda bacanya, urutan penulisan, dll.

Kalimat langsung harus menggunakan tanda petik dua. Di akhir kalimat tanda baca berada di dalam tanda petik. Kalimat pengiring harus diakhiri dengan koma, titik atau satu spasi apabila kalimat pengiring berada sebelum kalimat petikan. Sebagai contoh: Dina mengatakan, “Saya akan pergi ke Surabaya.” Atau “Mau kemana Dina?”, tanya Dedi.

Kemudian jika ada 2 kalimat petikan, haruf pertama di dalam petikan pertama harus huruf besar. Tetapi huruf pertama di dalam petikan kedua harus kecil. Kecuali nama orang dan kata sapaan. Sebagai contoh : Bima mengatakan, “Pakai saja sepatu itu” padahal kata Ibu, “pakai saja sepatumu sendiri.”

Beberapa contoh lainnya adalah: 1) “Belikan dia baju baru dan bagus!” Perintah Ayah. 2) “Coba saja datang ke puskesmas,” kata Pak Budi, “dokter akan memberikan obat yang cocok.” 3)  Marimar meminta, “Jangan matikan musik saat aku di kamar mandi.” 4) “Apa ada yang tahu dimana kucingku?” Tanya Indah kepada teman kosnya.

Kumpulan Contoh Kalimat yang Tidak Langsung

Contoh Kalimat Langsung

  • Akbar mengatakan dia mencintai Leni
  • Alni mengatakan akan menjadi pramugari
  • Anis memberi tahu kakeknya bahwa dia dipanggil oleh neneknya untuk makan siang.
  • Ayah saya bertanya apakah saya masih merasakan sakit di tubuh saya atau tidak.
  • Ayah saya mengatakan kepada saya bahwa saya tidak hanya harus bermain, tetapi juga untuk belajar dengan rajin.
  • Ayah saya mengatakan kepada saya untuk mengirimkan surat ini ke kantor pos.
  • Bibi bertanya kapan aku akan mengunjungi Solo
  • Dion memberitahuku bahwa aku akan membantunya menyelesaikan tugas sekolahnya.
  • Dissa berkata bahwa dia akan datang ke rumah saya untuk bermain sore nanti.
  • Edi bertanya kepada Anita bahwa nanti, ketika dia pulang dari sekolah, dia akan dikawal.
  • Erin mengatakan saudara perempuannya adalah pemenang pertama di sekolahnya.
  • Hamdi bertanya ketika saya mengembalikan sepatu saya.
  • Hasan bertanya kepada saya apakah saya mengerti tugas yang ditugaskan kepadanya.
  • Ibu berkata dia akan pergi ke rumah neneknya sebentar.
  • Ibu bilang aku harus belajar dengan rajin malam ini.
  • Ibu memberi tahu saya apakah saya benar-benar anak yang baik.
  • Ilham mengatakan dia akan datang besok pagi.
  • Indah memberitahu Sausan untuk jatuh cinta
  • Indra mengatakan akan berangkat ke Surabaya besok pagi.
  • Irman berkata aku dipanggil oleh ibuku untuk pergi ke rumah kakekku.
  • Kakak perempuannya memberi tahu saya bahwa adik lelakinya telah lulus seleksi kejuaraan bulu tangkis.
  • Kaker Ridho mengatakan dia ingin memiliki kebun pribadi.
  • Kepala sekolah menunjukkan bahwa hal terpenting dalam hidup bukanlah hasil, tetapi proses untuk mendapatkan hasil.
  • Ketua kelompok ingin mengucapkan terima kasih karena telah menyambut Anda.
  • Kharaz mengatakan bahwa saya memiliki kulit yang halus
  • Nenek mengatakan kepadanya bahwa kontak batin antara anak-anak dan orang tua adalah hadiah dari dewa yang tak ternilai.
  • Nina meminta saya untuk datang ke rumahnya di Jakarta
  • Novi memberitahuku aku lucu
  • Paman mengatakan kami harus pulang lebih awal karena hujan sore nanti.
  • Para jurnalis bertanya kepada polisi nasional Kadispen yang berada di belakang pemboman bunuh diri di Surabaya.
  • Polisi menangkap empat pencuri dan membawanya ke mobil polisi.
  • Rian mengatakan bahwa setelah lulus dia akan bekerja sebagai ahli geologi batubara di Kalimantan
  • Rio bertanya di mana saya tinggal sekarang
  • Saudari itu berkata bahwa saya juga harus belajar banyak.
  • Selamat tinggal pada ibuku, yang akan pergi bersama teman-temannya.
  • Siti mengatakan bahwa dia belum siap dan meminta untuk menunggu sebentar.
  • Wati meminta untuk membeli mainan baru.
  • Yusep mengatakan dia sangat suka mawar dan anggrek
  • Zainab memberitahuku bahwa dia sedang tidak enak badan

Pengertian dan ciri-ciri kalimat tidak langsung

Berbeda dengan kalimat langsung, kalimat tidak langsung merupakan kalimat yang melaporkan atau memberitahukan lagi suatu informasi yang berupa perkataan orang lain dalam bentuk kalimat berita. Lebih mudahnya kalimat tidak langsung biasanya digunakan untuk menyampaikan atau melaporkan kembali ucapan seseorang secara tidak langsung. Sifat kalimat tidak langsung ini berkebalikan dengan kalimat langsung.

Jika kalimat langsung disampaikan secara sebenar-benarnya, baik isi bahkan intonasi. Kalimat tidak langsung hanya memiliki sifat melaporkan kembali. Jadi dalam penyampaian ucapan dan perkataan seseorang, bisa bebas dan sesuai dengan bahasa sendiri. Tidak perlu 100% sesuai, namun isi dari informasi harus tetap tersampaikan. Oleh karena itu kalimat ini sering juga disebut sebagai kalimat berita.

Jika dilihat dari contoh kalimat langsung, perbedaan ciri-ciri dari kalimat ini adalah tidak menggunakan tanda petik. Nama pelaku atau tokoh diganti. Kata ganti orang pertama (nama) diganti ke kata ganti orang ketiga (dia). Kata ganti orang kedua (kamu)  menjadi orang pertama dan kata ganti orang jamak (kita) akan diganti menjadi kami atau mereka. Dalam penulisannya, kalimat ini menggunakan kalimat penghubung. Kalimat kutipan jika diubah menjadi kalimat tidak langsung akan menjadi kalimat berita.

Aturan penulisan dan contoh penulisan kalimat tidak langsung

Contoh tidak Kalimat Langsung

Hal yang terpenting saat menulis kalimat tidak langsung adalah menerapkan ciri-ciri yang sudah disampaikan sebelumnya. Yaitu, perlu diperhatikan bahwa penulis perlu menghindari penggunaan tanda petik, mengubah kata ganti pelaku, dan juga tidak lupa dalam menggunakan kata penghubung. Kata penghubung yang biasa dipakai di kalimat tidak langsung adalah : agar, tentang, untuk, bahwa, supaya dan kata hubung lainya.

Selain itu, perlu diperhatikan penggunaan tanda baca yang benar. Penggunaan tanda baca dan penulisan kalimat tidak langsung harus berdasar akan aturan penulisan EYD. Salah satunya adalah penggunaan tanda koma. Perhatikan peletakan dan penggunaan tanda koma yang benar, agar penyampaian informasi tersampaikan dengan benar dan akurat. Hal ini juga sangat penting terutama untuk memisahkan anak kalimat dengan inti kalimat.

Sebenarnya dalam penulisan kalimat tidak langsung, tidak ada peraturan yang cukup jelas mengenai cara penulisannya. Karena itu, penulis perlu memperhatikan penerapan EYD dengan baik untuk menghindari kesalahpahaman. Contoh kalimat tidak langsung adalah : Indra menanyakan kapan sepatunya akan saya kembalikan.

Contoh lainnya : 1) Kakak berpamitan kepada ibu, bahwa dia meminta maaf harus pergi secara mendadak. 2) Dion mengatakan kepadaku supaya aku membantu menyelesaikan tugas yang diberikan bu guru. Jika diperhatikan pada kedua contoh diatas, dapat dilihat bahwa kedua kalimat tidak menggunakan tanda petik dan juga kedua kalimat menggunakan kata penghubung (bahwa dan supaya).

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa kalimat langsung adalah kalimat yang disampaikan sesuai dengan aslinya, dituliskan menggunakan tanda petik dan bersifat menyampaikan secara langsung sebuah informasi. Sedangkan kalimat tidak langsung, cenderung seperti kalimat berita, yang digunakan untuk menyampaikan informasi dengan bahasa sendiri. Tidak perlu menggunakan tanda koma, namun perlu mengganti kata ganti orang dan menggunakan kata penghubung.

Semoga ulasan yang ditulis di dalam artikel ini bisa memberikan informasi yang cukup untuk menjelaskan tentang kedua jenis kalimat diatas. Bukan hanya memahami lebih dalam, tetapi penulis berharap, pembaca artikel ini bisa lebih memahami dan kemudian bisa menggunakan kalimat dengan lebih baik dan benar. Baik secara tertulis maupun secara lisan. Terima kasih.

Leave a Comment